Puji Tuhan Doa Bagi Bangsa (DBB) Jakarta Pusat,  dapat diselenggarakan di GSJA Batu Tulis Cabang Rajawali, Jakarta Pusat, Kamis 18 Oktober 2018.

Panitia DBB sudah mempersiapkan acara ini sejak siang hari. Pukul 18.00 WIB, jemaat mulai berdatangan yang disambut oleh penerima tamu dengan bersukacita.

Acara Ibadah dimulai jam 18.30 WIB. Kata sambutan di sampaikan oleh Pdt. Hisar Manurung (HKBP Cikini) sebagai Ketua Panitia DBB Jakarta Pusat. Beliau menyampaikan rasa syukur dapat mengadakan DBB di tempat ini. Doa kita bagi bangsa ini dan kesatuan gereja. Acara DBB Jakarta Pusat ini baru permulaan, dan akan ada DBB berikutnya. Tuhan selalu hadir. Tidak ada yg mustahil bagi Tuhan. Sebab kita adalah penjaga bangsa yang dipilih untuk berdoa bagi bangsa.

Iman Pujian memimpin jemaat menyanyikan Lagu Nasional, Rayuan Pulau Kelapa. Seluruh jemaat menyanyikan dengan sunguh- sungguh. Selanjutnya Pdt. Milka (GSJA Rajawali) membuka acara di dalam doa.

Pujian Penyembahan dibawakan oleh Upit (GSJA Rajawali) dan Paula (Team Pray For Cities), mengajak seluruh jemaat yang hadir memuji Tuhan dengan bergembira dan sepenuh hati, diantaranya: Tuhan Inilah Hidupku, Kukan Bangkit, Sebab Tuhan Maha Besar. Sungguh kita adalah umat pilihan Tuhan yang di panggil untuk berdoa bagi bangsa ini, Tuhan baik, Tuhan Maha besar, Tuhan ada bersama umatNya, jemaat bersukacita memuji Tuhan dengan bergembira.

Sebelum Doa Syafaat, pemimpin pujian mengajak jemaat menyanyikan lagu Zamrud Khatulistiwa. Seluruh  Hamba Tuhan maju untuk berdoa yang diwakili oleh Pdt. Joshua Agustinus (Team Pray For Cities, Pnt. Laloan (HKBP Cikini), Lily (PDO ITC Mangga Dua) dan Yanti (GSJA Rajawali). Bersama-sama bersatu hati berdoa untuk pemerintahan, Bangsa Indonesia, kesatuan gereja dan generasi muda. Sambil menyanyikan lagu Aku Cinta Indonesia, membuat semua berdoa sungguh sungguh untuk Indonesia.

Dilanjutkan penayangan film dari kesaksian kesembuhan Pray For Biak dan Pray For Jakarta, jemaat menyaksikan dengan antusias dan iman mereka dibangkitkan. Masuk menyambut Firman Tuhan, Ima Pujian Paula (Team Pray For Cities) memimpin jemaat menyembah Tuhan, menyanyikan lagu Apapun yg terjadi. Jemaat menyembah Tuhan dengan mengangkat tangan. Tuhan tidak  pernah meninggalkan kita, sekalipun kita sakit dan mengalami banyak masalah, Tuhan tidak  pernah meninggalkan kita. Mari datang kepada Tuhan, kepada Allah yg tidak pernah jauh meninggalkan kita, Tuhan tidak jauh, percaya kepada Tuhan, tidak ada yg mustahil, percaya pada Tuhan. Firman Tuhan yg menyembuhkan. Dengan bersungguh hati jemaat menyembah Tuhan, mereka menangis terharu dan mengangkat tangan.

Firman Tuhan di sampaikan oleh Pdt. Hisar Manurung (HKBP Cikini). Firman Tuhan dari Lukas 7:1-10. Perumpaan tentang seorang perwira, seorang yg terhormat dan kaya, tapi dia mengerti tentang Yesus seorang yg sangat berkuasa, hingga dia merasa tidak layak untuk menerima Yesus di rumahnya. Orang beriman adalah orang yg berkuasa, perkataan kita harus menjadi berkat bagi orang lain. Yesus mempunyai kuasa di dunia ini, Yesus segala galanya, berkuasa di alam ini. Kita mungkin kita sakit, punya masalah, punya kesulitan. Tapi kita harus beriman Tuhan yang berkuasa ada bersama sama kita. Kita harus beriman kepada Tuhan, Tuhan yg memilih kita, yang melahirkan kita. Apapun keadaan kita Dia tahu, Dia akan memulihkan kita, membangkitkan kita, untuk menjaga kota ini. Berdoa dan mensejahtrakan bangsa ini.

Kemudian Pdt Hendrijano (GPPI Kasih Karunia) membawakan Firman Tuhan tentang kesembuhan. Mengajak jemaat untuk memuji Tuhan kembali menyanyikan lagu Apapun yg terjadi dengan iman. Sekalipun lampu sempat mati jemaat terus memuji Tuhan dengan bersukacita. Percaya pada Tuhan. Kebaktian tetap berjalan. Firman Tuhan diambil dari Markus 5:25-34, seorang wanita yg mengalami 12 tahun pendarahaan yang sudah berobat kemana mana dan uangnya sudah habis, tetapi tetap punya pengharapan. Terus berusaha sampai uangnya habis sampai dia mendengar kabar tentang Yesus yang banyak melakukan mujizat. Realita apa yg kita dengar akhir akhir ini, bukanlah sesuatu yg baik, banyak kabar kabar buruk yang membuat hidup menjadi ketakutan. Bencana alam dan permasalahan yang terjadi pada bangsa ini. Kita harus belajar seperti perempuan ini. Perempuan ini bangkit imannya setelah mendengar berita tentang  Yesus. Sekalipun menghadapi banyak tantangan, dia fokus terhadap Yesus dan bertindak. Selama kita punya pengharapan, kita akan kuat. Kita akan mengalami mujizat. Perempuan ini menjamah jubah Yesus dan dia sembuh. Iman di dalam Yesus yang membuat mujizat terjadi. Fokus kepada Yesus, memandang pada Yesus. Bangkitkan iman dan percaya pada Tuhan.

Para Counselor dan Hamba Tuhan maju ke depan, demikian juga orang yang sakit maju ke depan. Doa kesembuhan dipimpin Yayang (GSJA Rajawali), Budi (HKBP Cikini), Pdt. Simon (Team Pray For Cities). Puji Tuhan mereka yang sakit sembuh dari kanker payudara pasca operasi, sembuh dari tumor di kepala, sembuh dari sakit pendarahaan, sembuh dari sakit tenggorokan.

Setelah doa kesembuhan Manuel (Team Jangkar Iman) membawakan tantangan untuk mejadi hamba Tuhan.  Melayani Tuhan adalah salah satu cara untuk kita membalas kebaikan Tuhan, siapapun kita Tuhan punya rencana untuk memanggil kita untuk melayani Tuhan. Puji Tuhan jemaat yang hadir maju menyerahkan hidup untuk melayani Tuhan.

Syukur kepada Tuhan atas hari ini. Tuhan telah melakukan perkara yang besar, Segala kemuliaan hanya bagi Tuhan!