Puji syukur kepada Tuhan Yesus Kristus yang telah mengaruniakan kasihNya yang besar kepada umatNya. Kembali diselenggarakan Ibadah Raya “Doa Bagi Bangsa” untuk hari kedua pada Kamis 20 September 2018, bertempat di Gedung Aneka Bhakti Kementerian Sosial, Salemba, Jakarta Pusat.

Pemimpin pujian Biccar Panjaitan dan Pdp. Evi Kapoh memulai ibadah dengan mengajak semua yang hadir untuk menyanyikan lagu nasional “Rayuan Pulau Kelapa”, membangkitkan rasa syukur atas bangsa Indonesia yang Tuhan berkati.

Kemudian doa pembukaan oleh Pdt. Aris Budianto (GSJA Bekasi). Dilanjutkan dengan votum dan salam oleh Mayor Ronal (Bala Keselamatan, Jakarta Timur) yang dilakukan secara berbalas-balasan membacakan Firman Tuhan.



Selanjutnya jemaat dibawa untuk menyembah Tuhan dengan menyanyikan lagu “Zamrud Khatulistiwa”, merenungkan betapa luar biasanya bangsa Indonesia adalah bangsa yang sangat dikasihi oleh Tuhan dimana Injil terus diberitakan. Sementara lagu ini terus dinyanyikan, hamba-hamba Tuhan dari berbagai denominasi Gereja di Jabodetabek naik ke atas panggung untuk bersama-sama berdoa bagi Indenesia.

Doa bangsa dan negara ini dibawakan oleh para hamba Tuhan, Pdt. Like Sifera Muntu (GPdI Tebet), Masnah Saragih (Binroh Walikota Jakarta Pusat), Ellis Hiugony (PDO ITC Mangga Dua), Pdt. Maruli Sinambela (PFC), Erlina Uli Marpaung, MM (Pemprov DKI Jakarta)

Bersama-sama berdoa untuk para pemimpin di seluruh Indonesia, dan untuk lembaga legislaif, eksekutif dan yudikatif supaya Tuhan memberkati mereka, agar bekerja dengan penuh tanggung jawab dengan hikmat yang berasal dari Tuhan. Menaikkan permohonan untuk kesejahteraan kota dan desa juga kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia. Juga berdoa untuk daerah yang terkena bencana, supaya Tuhan campur tangan dalam pemulihkannya. Berdoa untuk perekonomian agar tetap stabil. Selain itu berdoa untuk anak-anak muda bangsa ini supaya Tuhan membentengi dengan iman yang teguh. Memohon pertolongan Tuhan supaya anak bangsa dipulihkan.



Jemaat, hamba-hamba Tuhan, dan semua conselor mengangkat tangan dan memberkati bangsa ini, terutama untuk keamanan negeri. Mereka berseru dan memohon supaya Tuhan memberikan keamanan dan damai sejahtera menjelang kampanye yang akan berlangsung. Memohon kepada Tuhan supaya Allah memilihkan pemimpin yang berasal dari Tuhan pada Pilpres 2019. Juga berdoa untuk pemulihan Gereja-Gereja supaya semua Gereja menjadi berkat di negara ini.

Selesai berdoa untuk bangsa dan negara, masih dalam penyembahan “Aku Cinta Indonesa” semua yang hadir bergandengan tangan satu dengan yang lain, menunjukkan kita ini sebagai Gereja Tuhan yang bersatu dan berdiri untuk bangsa dan negara ini. 

Untuk membangkitkan iman jemaat-jemaat yang sakit, ditayangkan film kesaksian kesembuhan dari Bapak Eko Manaku yang berasal dari Jayapura, Papua yang disembuhkan dari sakit patah tulang, di KPPI Jakarta.

Sebelum masuk ke dalam pemberitaan Firman, para jemaat diajak untuk berdiri dan menyembah Tuhan yang dipimpin oleh Pdt. Teddy Menas (PFC). Mereka yang ada di lantai atas maupun bawah mengarahkan hati datang pada Tuhan dengan bersungguh-sungguh sebab Yesus hendak menyatakan kasih dan kemuliaanNya pada malam ini.



Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Evan Riduan Sinaga (PFC) yang terambil dari Lukas 7:11-17. Firman Tuhan menyatakan bahwa Yesus berjumpa dengan seorang ibu yang anaknya mati. Jatuhlah belas kasihan Yesus kepada ibu ini karena hanya dialah anak satu-satunya. Hamba Tuhan menyampaikan acap kali dalam kehidupan, kita merasa semua permasalahan yang kita hadapi tidak ada lagi solusinya, sering kali kita berpikir Tuhan tidak mengasihi kita. Apa pun pergumulan kita, malam hari ini Tuhan ada di sini. Yesus yang telah membangkitkan anak muda di Nain, Tuhan mendengarkan seruan kita. Dia menanti-nantikan kita datang padaNya. Dia mendengarkan segala rasa sakit yang kita alami. Tuhan mengasihi kita semua, percayalah kasihNya tetap sama. Yesus menjadi jalan keluar dari setiap permasalahan yang kita hadapi.  Hamba Tuhan juga mengajak jemaat yang menyaksikan tayangan Live Streaming untuk datang kepada Tuhan.

Kemudian hamba Tuhan meminta setiap mereka yang mau percaya kepada Tuhan Yesus mengangkat tangan dan bangkit berdiri.  Puji Tuhan banyak sekali mereka yang menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat dalam hati mereka. Surga bersorak-sorai dan bersukacita sebab keselamatan besar terjadi atas umatNya, yang terhilang kini diselamatkan.



Pdt. Petrus Gunawan (GSJA Grawisa, Jakarta Barat) menyampaikan Firman Tuhan dari Matius 8:5-13, mengenai hamba dari seorang perwira di Kapernaum yang disembuhkan Yesus. Hamba Tuhan menyampaikan kita harus beriman kepada Yesus, seperti seorang perwira ini dan dia bisa berjumpa dengan Tuhan Yesus, itu karena imannya. 
Diperlukan iman dan juga beriman kepada perkataan Yesus yang artinya percaya kepada perkataanNya dan kita akan mengalami mujizat-mujizat dan kuasa Tuhan.



Hamba Tuhan memanggil seluruh conselor untuk maju ke depan, untuk berdoa bagi yang sakit.  Jemaat-jemaat yang sakit dan yang mewakili keluarganya yang sakit diminta untuk maju ke altar. Hamba Tuhan mengatakan kepada setiap orang-orang sakit yang mengikuti ibadah secara Live Streaming untuk percaya kepada Tuhan Allah.



Selanjutnya doa untuk kesembuhan dinaikkan oleh para hamba Tuhan, Pdt. Jowel Elia Zakaria (GSJA Cendrawasih, Jakarta Barat), Angeline Caroline (Jangkar Iman) dan Pdt. Yudi Sinambela (PFC). Setelah hamba-hamba Tuhan menaikan doa-doa, dilanjutkan oleh para conselor mendoakan setiap orang yang mengalami sakit penyakit.



Haleluya! MujizatNya dinyatakan pada orang yang percaya kepada Yesus, mereka disembuhkan dari berbagai penyakit seperti sakit pada bahu, kaki yang keram kalau berjalan, punggung, asam urat, stroke dan susah berjalan, benjolan 9 tahun, 8 tahun sakit diabetes dan jantung, sering pegal-pegal dan susah jongkok, 20 tahun mengalami pengapuran dan memakai tongkat, benjolan di leher, sakit lambung akut.

Jemaat yang telah disembuhkan memberikan kesaksian, yang dipandu oleh para hamba Tuhan Leo Gurning (Jangkar Iman), Pdt. Royke Rondonuwu (GKKH Jakarta Pusat) dan Pdp. Herwin Nugroho (PFC).

Demikian juga jemaat yang menyaksikan melalui Live Streaming, Tuhan juga sembuhkan, diantaranya: seorang ibu dari Bali sakit perut dan kram selama 4 tahun dan sudah disembuhkan, seorang ibu dari Makasar sakit demam, Tuhan menyembuhkannya, seorang ibu dari Tanggerang, hampir 1 tahun sakit kepala dan ulu hati, setelah didoakan dia mengalami kesembuhan.

Selanjutnya tantangan untuk melayani Tuhan dibawakan oleh Pdt. Arie Assa (GKIN Kelapa Gading), beliau mengajak jemaat untuk meresponi panggilan Tuhan. Mereka mengangkat kedua tangan mereka, mengambil keputusan untuk melayani Tuhan. Puji Tuhan mereka menyerahkan hidupnya untuk dipakai Tuhan menjadi alatNya.



Kemudian Ev. Paul Budianto (Paroki St. Lukas) memberikan pengumuman. Beliau juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada mereka yang telah hadir dari berbagai instansi pemerintahan, juga instansi swasta, dan Gereja-Gereja dari berbagai denominasi di Jabodetabek. 

Sebelum mengakhiri ibadah, film promosi Doa Syafaat Bangsa dan Negara (DSBN) ditayangkan. Perwakilan dari BPUK Kementerian Sosial menyampaikan ucapan syukur karena acara Doa Bagi Bangsa berlangsung sukses, bisa menyatukan Gereja-Gereja dalam pelayanan interdenominasi ini.

Para hamba-hamba Tuhan bersama-sama naik ke atas panggung menyanyikan pujian kepada Tuhan yang telah melakukan perbuatan ajaib dan heran. Kemudian Pdt. Hisar Manurung (HKBP Cikini) menutup ibadah dengan mengajak jemaat berdoa bersama.



Nyatalah Tuhan Yesus melawat umat yang dikasihiNya dan juga melawat bangsa Indonesia yang selalu ada dalam hatiNya. Api doa menyala bagi bangsa Indonesia.

Terpujilah Tuhan dari sekarang sampai selama-lamanya!