Hari Rabu, 29 Agustus 2018, menjadi hari yang luar biasa bagi para Hamba Tuhan di Jabodetabek yang tergabung dalam Badan Pelayanan Umat Kristiani Korpri Kementerian Sosial RI, bekerjasama dengan Jangkar Iman, PMPPKN dan Panitia Bersama Pray for Jabodetabek.

Pada hari itu berlangsung Seminar Doa Bagi Bangsa yang berlangsung di Gedung Aneka Bhakti Kementerian Sosial RI di Jalan Salemba Raya no 28 Jakarta Pusat. Sejumlah 200 peserta Seminar dari berbagai wilayah Jabodetabek, dari gereja-gereja, kantor-kantor dan juga kampus hadir dengan semangat dan antusias hendak mengikuti acara Seminar ini.

Acara dimulai sekitar pukul 9 oleh pemimpin pujian Pdt. Kristo Aritonang dan Pdt. Rudy Ang dengan puji-pujian “Hari ini kurasa bahagia”, dan seluruh peserta diminta saling menyapa dan bersalaman serta bergandengan tangan sebagai saudara di dalam Tuhan. Kemudian acara dibuka resmi oleh bapak Ev. Paul Budianto – Bendahara Panitia Doa Bagi Bangsa.

Setelah doa pembukaan masuk ke materi seminar sesi 1:  Doa Syafaat Bagi Bangsa yang disampaikan oleh bapak Pdt. Philipus S. Kusuma. Materi diawali dengan mengapa kita perlu berdoa? Karena seperti anak berkomunikasi kepada bapanya, kitapun perlu berkomunikasi kepada Bapa kita. “Dan apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mendengarkan kamu; apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati”  (Yeremia 29 : 12 – 13). Doa akan memberikan hasil, karena doa orang benar sangat berkuasa (Yakobus 5 : 16b), bisa mengubahkan yang buruk menjadi baik.

Diingatkan juga tentang tiga jenis doa, yaitu pertama doa untuk kepentingan diri sendiri (kesehatan, berkat, keinginan-keinginan diri), kedua doa untuk pertumbuhan rohani diri sendiri (mengerti Firman Tuhan, meminta iman, meminta hikmat), dan ketiga doa syafaat untuk bangsa dan negara kita. Kita lebih banyak doa di jenis doa yang mana?

Materi selanjutnya adalah pengertian doa syafaat (Intercession) yaitu permohonan yang disampaikan untuk orang lain kepada Tuhan, pendoa syafaat sebagai perantaranya. Firman Tuhan yang dijadikan dasar adalah Yehezkiel 22:30 (TB) Aku mencari di tengah-tengah mereka seorang yang hendak mendirikan tembok atau yang mempertahankan negeri itu di hadapan-Ku, supaya jangan Kumusnahkan, tetapi Aku tidak menemuinya.

Disampaikan juga para Pendoa Syafaat yang ada di Alkitab seperti Daniel (Daniel 9 : 16 – 17); Musa (Bilangan 21:7); Samuel (1Sam 12:23), dan Nehemia (Nehemia 1: 3-6).

Dalam seminar ini yang dibicarakan khususnya adalah bersyafaat bagi bangsa dan Negara Indonesia. Apa yang perlu kita doakan? Berdoa supaya Tuhan mengatur pemerintahan kita; berdoa meminta pertolongan Tuhan untuk bangsa kita; berdoa agar kita hidup damai dan tentram; dan berdoa agar bangsa kita diselamatkan.

Bagaimana supaya memiliki beban bagi bangsa?

1.     Menyadari bahwa Allah telah memakai bangsa ini untuk memberkati kita

2.     Mengasihi bangsa ini

3.     Mengenal permasalahan bangsa ini, peduli terhadap apa yang terjadi, tidak cuek

4.     Mengetahui kondisi yang terjadi atas bangsa ini

5.     Berdoa bagi bangsa ini

6.     Melakukan perbuatan nyata selain doa, misalnya: melakukan penginjilan, cara hidup yang menjadi berkat buat orang lain, berdoa bagi bangsa ini, dll.

Selanjutnya ditegaskan bahwa Allah memanggil kita untuk bersyafaat. Yesaya 62:6 Di atas tembok-tembokmu, hai Yerusalem, telah Kutempatkan pengintai-pengintai.  Sepanjang hari dan sepanjang malam, mereka tidak akan pernah berdiam diri . Hai kamu yang harus mengingatkan TUHAN kepada Sion, janganlah kamu tinggal tenang.

Bangsa kita memerlukan doa-doa kita. Kita bukan politikus, tapi kita justru berdoa bagi politikus supaya mereka dipimpin Tuhan. Kita berdoa supaya pemilu dan pilpres berlangsung dengan baik sesuai dengan kehendak Tuhan. Sebagai pendoa bagi bangsa dan negara kita maka kita wajib berdoa supaya kita tahu apa kehendak Tuhan bagi bangsa kita dan kita bersyafaat supaya kehendak Tuhan itu jadi, dengan menghancurkan semua siasat dan tipu muslihat iblis yang mau menggagalkan kehendak Tuhan bagi bangsa kita.

Bagian kita (orang percaya atau gereja Tuhan) adalah melakukan peperangan rohani Ef 6:18, bukan peperangan melawan darah dan daging. Pada hari-hari terakhir kita berdoa sebagai Pahlawan dan mengingatkan yang lain untuk berdoa (Yoel 3:9-10).

Sampai kapan kita bersyafaat? Sampai rencana Allah terjadi (Lukas 18:1-8). PUSH – Pray Until Something Happens. Sesi 1 diakhiri dengan doa syafaat oleh bapak Pdt. Benyamin Yuwono Erlan – salah satu Ketua Panitia Doa Bagi Bangsa.

Sebelum memasuki sesi berikutnya, Meerada Tampubolon – Bendahara BPUK Kemensos, memberikan kata sambutan mewakili Kementerian Sosial RI khususnya dari Badan Pelayanan Umat Kristiani (BPUK) Korpri Kemensos RI yang dengan sukacita menyambut penyelenggaraan Seminar Doa Bagi Bangsa ini.

Selanjutnya sekitar jam 11 diawali dengan menyanyikan puji-pujian “Menangkan kota ini”yang dipimpin dengan semangat oleh pemimpin pujian, kita masuk ke Sesi 2: Doa Syafaat – Belajar Dari Nehemia yang disampaikan oleh Pdt. Ruben Ferlianto.

Firman Tuhan diambil dari Nehemia 1:1-11 Ketika kudengar berita ini, duduklah aku menangis dan berkabung selama beberapa hari. Aku berpuasa dan berdoa ke hadirat Allah semesta langit,kataku: “Ya, TUHAN, Allah semesta langit, Allah yang maha besar dan dahsyat, yang berpegang pada perjanjian dan kasih setia-Nya terhadap orang yang kasih kepada-Nya dan tetap mengikuti perintah-perintah-Nya,berilah telinga-Mu dan bukalah mata-Mu dan dengarkanlah doa hamba-Mu yang sekarang kupanjatkan ke hadirat-Mu siang dan malam bagi orang Israel, hamba-hamba-Mu itu, dengan mengaku segala dosa yang kami orang Israel telah lakukan terhadap-Mu. Juga aku dan kaum keluargaku telah berbuat dosa. (Nehemia 1:4-6).

Nehemia adalah orang awam, orang biasa bahkan orang buangan, tetapi memiliki kelebihan yang hebat – excellent in character, yakni:

1.     Tahu diri dan mengucap syukur. Dia tau dia orang buangan (orang minoritas), harus tahu diri dan mengucap syukur.

2.     Sabar. Sebagai orang buangan ditengah penyembahan berhala, tidak mengeluh, tidak bersungut-sungut, dan tidak complain.

3.     Rendah hati. Kunci untuk naik paling tinggi adalah harus turun paling bawah.  Matius 18:4 Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga.

4.     Penuh Kasih. Raja Artahsasta tidak akan percaya kepada Nehemia kalau Raja tidak merasakan kasih dari Nehemia. Kita juga harus penuh kasih, melihat orang yang tidak seiman dengan kasih.

Kedua adalah excellent in spriritual life yakni: Suka berdoa (Neh 1: 4 & 2: 4); Pendoa syafaat (Neh 1: 4-11); Mengenal Allahnya (Neh 1: 5); Jujur, rendah hati dan lembut hati di hadapan Tuhan (Neh 1: 6-7); Tahu dan kenali janji-janji Tuhan/ Firman Tuhan (Neh 1: 8); Beriman (Neh 1: 9 & Neh 4: 14); dan Takut akan Tuhan (Neh 1:11 & 5: 15).

Setelah penyampaian Firman Tuhan di sesi 2, ditutup dengan doa syafaat bagi bangsa oleh Pdt. Hisar Manurung – salah satu Ketua Panitia Doa Bagi Bangsa.

Sesi 3: Spiritual Mapping dibawakan oleh Pdt. Jul Allens Hutabarat. Disampaikan pentingnya pemetaan rohani akan wilayah yang dilayani sehingga tahu cara memeranginya di dalam doa.

Mengapa perlu spiritual mapping? Karena ada kuasa-kuasa di udara yang memerintah atas suatu kota/negara yang membuat masyarakat berkehidupan demikian. Kamu hidup di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini, karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka. (Efesus2:2). Juga supaya kita tahu musuh yang harus dihancurkan dalam suatu peperangan rohani “karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara” (Efesus 6:12).

Bagaimana cara melalukan spiritual mapping? Meneliti sejarah, perkembangan fisik, kondisi ekonomi, kondisi spiritual suatu kota atau daerah. Mengetahui apa yang dapat menghalangi penginjilan dan juga melihat apa yang dapat mendukung penginjilan di kota atau wilayah tertentu.

 

Pada akhir sesi diberikan kesempatan tanya jawab lalu masuk ke workshop. Topik pertama adalah diskusi Spiritual Mapping.

Topik workshop berikutnya adalah Action Plan yang akan dilakukan untuk mengatasi kondisi spriritual sesuai hasil diskusi. Termasuk action untuk membawa jiwa ke acara Doa Bagi Bangsa yang akan berlangsung pada tanggal 19-20 September 2018.

Acara ditutup oleh bapak Pdt. Arie Assa dengan mengundang para Ketua Panitia maju ke depan, bersama dengan seluruh peserta bangkit berdiri masing-masing membawa poster atau brosur dan berdoa mengucap syukur atas lawatan Tuhan dan berdoa untuk acara Doa Bagi Bangsa yang akan berlangsung juga untuk bangsa dan Negara serta untuk keluarga besar Kemensos RI.

Sungguh luarbiasa Tuhan bekerja bagi para peserta Seminar DBB ini, sangat antusias, penuh sukacita dalam mengikuti sesi demi sesi sampai selesai  dan beban berdoa semakin ditambahkan Tuhan memenuhi hati para peserta.

Puji Tuhan seluruh acara berlangsung dengan baik dan memberkati semua yang hadir. Kemuliaan bagi Tuhan!

Revival Jabodetabek!