Puji Tuhan acara Doa Bagi Bangsa di kota Tahuna, Sulawesi Utara, dapat berlangsung selama 2 hari pada tanggal 31 Agustus 2018 dan 1 September 2018.

Puji Tuhan untuk hari pertama, acara dibuka dengan puji-pujian dengan team musik dari Gereja GMIST. Pujian pertama Hormat Bagi Allah Bapa, Worship Leader mengajak seluruh jemaat untuk berdiri dengan diiring dengan tari-tarian tamborin yang membawa seluruh jemaat masuk dalam hadirat Tuhan.

Doa pembukaan dibawakan oleh Pdt. Leopol Tamalawe STh.M.Pdk perwakilan dari Gereja GMIST.

Setelah doa pembukaan,jemaat diajak untuk menyanyikan lagu pujian Ku tak pandang dari gereja mana, jemaat yang bersalam-salaman dan bersukacita.  Selanjutnya doa persembahan dibawakan oleh Ibu Pdt.N.Tamalumu.

Kata sambutan dibawakan oleh Pdt. W.B Salindeho sebagai ketua jemaat GMIST Imanuel yang mengajak seluruh jemaat dan Hamba Tuhan yang hadir untuk memiliki komitmen untuk menjadi Gereja yang menginjili bahkan menjalin kerjasama antar sesama gereja.

Kemudian Worship Leader mengajaak jemaat untuk berdiri untuk berdoa  bagi bangsa untuk keselamatan kesejahteraan dan keamanan bangsa, khususnya untuk Kota Tahuna. Doa dipimpin oleh 3 orang perwakilan gereja di Kota Tahuna yaitu Pdt. Simbolon (GPI Elnuza), Ibu Pdt. Rombot (GKMI Tahuna), Pdt. W.B Salindeho (GMIST Imanuel). Doa dinaikin dengan sungguh-sungguh dengan diiringi lagu Zamrud Khatulistiwa.

Sebelum Firman Tuhan diberitakan, jemaat diajak untuk menyaksikan pemutaran film kesaksian KPPI, dilanjutkan menyanyikan lagu “Bila kelam kabut tak menentu hidupmu”.

Firman Tuhan dibawakan oleh Pdt. Jong Johan (Pray For cities) dari ayat Firman Tuhan Matius 5. Melalui Firman Tuhan yang disampaikan oleh Pdt Johan, mengingatkan tentang  Tuhan Yesus yang kita sembah adalah Allah yang penuh dengan belas kasihan. Dia yang rela datang ke dunia bagi umatNya, menanggung dosa kita, menanggung kelemahan kita, dan oleh bilur-bilurNya kita disembuhkan.

Hamba Tuhan mengajak kembali seluruh jemaat yang hadir untuk kembali kepada Tuhan dan menyerahkan dirinya kepada Tuhan. Jemaat yang hadir dituntun dalam doa lahir baru, datang pada Tuhan, memberi diri percaya lebih sungguh-sungguh kepada Tuhan Yesus dan menerima pengampunan dari Yesus Kristus.

Setelah itu dilanjutkan dengan Doa Kesembuhan yang dibawakan oleh Cheria Supit (PMPPKN). Yang mengajak semua jemaat yang sakit untuk beriman dan percaya kepada Kristus bahwa oleh bilur-bilur Tuhan Yesus maka segala sakit penyakit menjadi sembuh.

Kemudian seluruh jemaat yang sakit diundang maju kedepan untuk didoakan. Puji Tuhan jiwa-jiwa disembuhkan dari sakit ginjal,sakit asma, telinga yang tidak bisa mendengar, sakit pada kaki dan sakit lainnya.

Kemudian doa untuk penggilan melayani Tuhan dipimpin oleh Pdt. Togu Hasiholan, mengajak setiap jemaat baik orang tua, anak muda untuk menyerahkan diri dipakai Tuhan,melayani dan berdoa bagi kota.

Puji Tuhan banyak yang maju untuk menjadi Hamba Tuhan. Mereka menyerahkan diri menjadi Hamba Tuhan dengan sungguh-sungguh. Suatu pemandangan yang indah, bangkit Hamba-hamba Tuhan bagi kota Tahuna.

Acara ditutup dengan mengajak seluruh Majelis, Hamba-Hamba Tuhan, Pendeta untuk maju kedepan dan doa penutup dan berkat dibawakan oleh Pdt. W.B Salindeho.

Puji Tuhan untuk pekerjaan Tuhan pada saat DBB Tahuna hari 1 dan lawatan Tuhan atas semua jemaat yang hadir.

 

Acara Doa Bagi Bangsa hari kedua, 1 September 2018, dimulai tepat pukul 19.00 WITA. Worship Leader mengajak jemaat untuk berdiri dan memuji Tuhan. Doa pembukaan dibawakan oleh Ibu Pdt. Malohing Oleng.

Doa syafaat untuk bangsa dan negara diwakili oleh Ibu Pdt. Rombo (GKMI Bunga Bakung), Ibu Simbolon (GPI Elnuzai), Pdt. Wiliam Kahiking. Para Hamba Tuhan mengajak seluruh jemaat untuk mendukung dalam doa untuk Bangsa dan Negara dan juga kota Tahuna serta persatuan gereja-gereja yang ada di Tahuna sambil diiringi lagu Doa Bapa Kami.

Selanjutnya Video Promo Pray for Cities diputarkan yang juga berisi tayangan HMS dari seorang dokter yang menceritakan kesaksiannya dimana disembuhkan oleh Tuhan Yesus dari sakit Miom.

Setelah itu Cheria Supit (PMPPKN) maju kedepan untuk menaikan dan menyanyikan akan lagu Apapun Yang Terjadi.  Jemaat diajak untuk bersungguh-sungguh saat menaikkan akan lagu ini, jemaat menyanyikan akan lagu ini dengan sepenuh hati bagaimana hadirat Tuhan begitu indah dirasakan saat lagu ini dinaikkan.

Kemudian Firman Tuhan disampaikan Pdt. Togu Hasiholan Sianturi (PFC) maju ke depan untuk menyampaikan Firman Tuhan dari Markus 10:46-52, menceritakan akan bagaimana kehidupan Bartimeus yang mengalami kebutaan sejak lahir didalam kehidupannya, ketika dia mendengar akan Yesus orang Nazaret itu lewat, maka saat itu Bartimeus berseru kepada Tuhan Yesus “Anak Daud, kasihanilah aku.” dan ketika dia dilarang untuk diam maka semakin keras dia berseru, sehingga belas kasihan Tuhan turun dan saat itu Yesus menghampirinya dan menyembuhkannya.

Kadangkala didalam kehidupan kita ketika mengalami suatu pergumulan, masalah ataupun sakit penyakit sering kita mengeluh, sering kita tidak terus berharap sama Tuhan dan menjadi putus asa, tetapi kita belajar seperti Bartimeus bagaimana ketika ada hadangan untuk dia berseru justru dia semakin berseru, bukan sekedar Kesembuhan yang diharapkan namun ada Keselamatan yang tersedia didalam Yesus.

Disampaikan juga bahwa yang kita perlukan ialah Yesus, kita undang Dia dalam kehidupan kita dan pasti Tuhan akan menolong hidup kita. PujiTuhan hampir semua yang hadir mereka menyerahkan hidupnya pada Tuhan. Sungguh indah pemandangan bagaimana kembali lagi orang orang yang mau bersungguh sungguh didalam Tuhan.

Setelah itu Firman disampai oleh Pdt Jong Johan dari Yesaya 53:4-5 bagaimana Kasih Tuhan sungguh sungguh luar biasa, bagaimana Kasih Tuhan tidak berhenti saat di Kayu Salib saja namun sampai hari ini, Tuhan tahu penderitaan kita, Tuhan tahu apa yang kita butuhkan, Dia sanggup melakukan mujizat kesembuhan malam hari ini, asalkan kita benar – benar percaya bahwa Dia sanggup.

Selanjutnya doa kesembuhan, dimana jiwa-jiwa yang sakit maju ke depan. Terlihat wajah mereka sangat berharap dan bersungguh-sungguh untuk mengharapkan mujizat kesembuhan dari Tuhan Yesus. Puji Tuhan mujizat terjadi dan jiwa-jiwa disembuhkan dari sakit Kaki, Lutut, Pendengaran dan lainnya. Sungguh Tuhan luar biasa melakukan mujizat kesembuhan malam hari ini.

Kemudian tantangan melayani Tuhan disampaikan oleh Wisye Lantang (PFC). Jemaat diingatkan kembali bahwa tugas melayani bukan hanya tugas seorang Hamba Tuhan, Pendeta tetapi juga tugas setiap orang yg percaya.

Doa penutupan di pimpin kembali oleh Pdt. WB Salindeho yang kembali mengajak setiap gereja, jemaat yang hadir untuk mengemban tugas pelayanan seperti yang diamanatkan dalam Firman Tuhan, untuk pergi memberitakan injil sampai ke ujung bumi.

Beliau mengajak jemaat yang hadir untuk bergandengan tangan sebagai satu kesatuan tubuh Kristus.

Luar biasa atas apa yang Tuhan kerjakan pada malam hari ini. Kemuliaan hanya bagi Tuhan.