Terpujilah Tuhan Yesus untuk pekerjaan tanganNya sehingga acara Pray For Singkawang dapat berlangsung pada hari Jumat, 18 Mei 2018, di Gedung Happy Building, Singkawang, Kalimantan Barat.

Mulai dari pukul 16.30 dimulai dengan doa bersama sebelum memulai ibadah yang dilakukan oleh seluruh panitia, pengisi acara, pemain musik, choir dan seluruh hamba Tuhan. Rantai doapun telah dilakukan sejak siang tadi. Beriman untuk suatu kebangunan rohani dan keselamatan dari Tuhan bagi seluruh masyarakat Singkawang.

Pukul 16.30 jiwa-jiwa sudah mulai berdatangan satu demi satu dan sekitar jam 17.30 jemaat mulai berdatangan dan mengisi kursi-kursi yang kosong.

Tepat pukul 18.00 ibadah di mulai. Doa pembukaan oleh pemimpin pujian, Pdt Hans C Kilapong (GBI Sangkakala) dan dilanjutkan dengan kata sambutan dari ketua PF Singkawang 2018 Pdt Johson Damanik, S. Th (GPdi Narwastu Sungai Garam).   Setelah itu dilanjutkan dengan persembahan pujian dari koor GPIB Immanuel Singkawang. Bersamaan waktunya, hujan turun sangat derasnya mengguyur kota Singkawang. Meskipun hujan turun sangat deras, puji Tuhan, jiwa-jiwa terus berdatangan.

Pujian penyembahan “Hormat bagi Allah Bapa” mengawali pujian malam ini. Lalu pemimpin pujian mengajak semua jemaat berdiri memuji Tuhan menyanyikan lagu “Mari masuk gerbangNya”, dilanjutkan dengan pujian “Ku tak pandang dari Gereja Mana” dan “Dalam Yesus Kita Bersaudara”.  Semua jemaat memuji Tuhan dengan antusias dan penuh sukacita. Kemudian masuk dalam persembahan sambil menyanyikan pujian “Berkatilah”

Setelah persembahan dikumpulkan, pemimpin pujian mengajak semua jemaat untuk datang menyembah Tuhan “Bukan dengan Kekuatanku”

Setelah itu, pemimpin pujian mempersilahkan para hamba Tuhan maju untuk menaikkan doa syafaat. Doa syafaat dinaikkan oleh Pdt. Matheos Mau, M.Pd.K (GSJA Sijangkung), yang berdoa untuk bangsa Indonesia dari Sabang sampai Merauke supaya Tuhan memberkati bangsa Indonesia. Berdoa supaya pemerintah diberikan pertolongan untuk memerintah bangsa ini. Tuhan memberikan keamanan bangsa. Rakyat Indonesia saling menghormati, saling mengasihi.

Selanjutnya Pdt Antonius Uar, B.Sc (GKTI – Ketua PGIW Singkawang) mendoakan kesatuan tubuh Kristus supaya gereja-gereja bersatu, menginjil dari sabang sampai Merauke. Supaya gereja-gereja bersatu dan memenangkan banyak jiwa.

Berikutnya Pdt Sri Wahyuni (GKE) berdoa bagi pemimpin-pemimpin negara, keamanan bangsa supaya hikmat Tuhan bekerja. Supaya bangsa ini seturut akan kehendak Tuhan. Supaya menjadi bangsa yang dipulihkan Allah, bangsa yang menjadi satu tubuh Kristus.

Sedangkan Ibu Helaria Helena (perwakilan dari Bimas Katolik) bersyukur atas banyak suku bangsa di Indonesia, bersyukur atas pembagunan yang terjadi terutama di kota Singkawang ini. Berdoa supaya kota Singkawang diberkati Tuhan.

Setelah doa syafaat pemimpin pujian mengajak semua jemaat menyanyikan lagu “Bagi Bangsa ini Kami Berdiri”.

Film kesaksian tentang Ibu Lina yang disembuhkan di Pray for Pontianak di bulan Juli 2017 dari telinga yang sakit berdengung sejak 2013 akibat kecelakaan jatuh dari motor.  Akibat telinga yang berdengung ini, ibu Lina tidak dapat mendengar dengan baik. Kesaksian yang sangat memberkati jemaat.

Setelah film kesaksian kesembuhan, Pdt Nila Tesa (Pray for Cities) mengajak semua jemaat bangkit berdiri dan membawa jemaat percaya kepada Tuhan dan bersama dengan jemaat menyanyikan lagu “Apapun yang Terjadi dalam Hidupku Ini”

Masuk dalam penyampaian Firman Tuhan oleh Pdt Johnson Damanik, S.Th (GPdi Narwastu Sungai Garam) terambil dari Kisah Para Rasul 2:21 (TB)  beliau menyampaikan bahwa barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan.  Pdt Johson Damanik, S.Th mengajak seluruh jemaat untuk berseru dan percaya kepada Tuhan Yesus.  Jemaat kembali menyembah Tuhan dan menyanyikan lagu KemurahanMu lebih dari hidup dan menantang jemaat yang rindu hari ini percaya kepada Yesus dan jemaat yang mau berseru kepada Tuhan untuk berdoa sebagai pernyataan diri percaya kepada Tuhan Yesus.

Firman Tuhan dilanjutkan oleh Pdt Jong Johan (team PFC) terambil dari Yohanes 3:16 bahwa setiap orang yang percaya kepada Tuhan Yesus tidak akan binasa melainkan beroleh hidup yang kekal. Tidak ada nama lain selain nama Tuhan Yesus Kristus.  Semua manusia telah berdosa. Tanpa Yesus turun ke muka bumi ini maka manusia ciptaanNya sendiri akan binasa. Malam ini bukan kebetulan, karena Tuhan mau kita beroleh keselamatan, karena kita biji matanya Tuhan, diciptakan serupa dan segambar dengan Allah. Kita diciptakan beda dengan segala ciptaan Allah yang lain. Tuhan mengasihi manusia. Tuhan tidak mau manusia binasa melainkan Tuhan mau mengasihi dan menyelamatkan kita.  Pdt. Jong Johan mengajak semua jemaat berdiri dan mengajak semua jemaat untuk sungguh-sungguh percaya pada Tuhan Yesus. Bersama jemaat dengan bangkit berdiri dan menyanyikan dengan sungguh-sungguh lagu “Hatiku Percaya”.

Pdt Jong Johan mengajak semua jemaat untuk mengikuti doa untuk percaya sungguh-sungguh dan menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat.

Tuhan juga tidak hanya menyelamatkan tetapi Dia juga Allah yang mau menyembuhkan. Lukas 18:35-43  menyatakan bahwa Tuhan bukan tidak tahu kesusahan manusia. Tetapi seperti orang buta yang mendengar ada Yesus yang sanggup menyembuhkan itu lewat, maka dia tahu ini waktunya untuk dia berseru supaya Yesus mengasihani dia supaya Yesus menyembuhkannya. Semakin dilarang, dia semakin berteriak. Bukan Yesus tidak mendengar teriakannya tapi Yesus mau akan iman orang buta ini. Malam ini Tuhan mau menyembuhkan asal ada iman. Ketika beriman dan percaya pada Tuhan Yesus, maka firman Tuhan mengatakan oleh bilur-bilur Tuhan Yesus kita telah disembuhkan.

Setelah Firman Tuhan disampaikan, para Counselor  diundang untuk maju ke depan, bersamaan itu juga bersama jemaat menyanyikan lagu “Apapun yang Terjadi”. Jemaat yang sakitpun diundang untuk maju ke depan, berdoa menumpangkan tangan atas bagian yang sakit, datang pada Yesus dan katakan “oleh bilur- bilur Tuhan Yesus saya menjadi sembuh”

Pdt Sudaryono (team PFC) mengajak untuk setiap jemaat percaya dan berdoa oleh bilur-bilur Tuhan Yesus maka semua sakit penyakit disembuhkan. Doa kesembuhan dinaikkan oleh Pdt Rudi Hidayat (Gereja Sungai Yordan) dan Pdt Jeffry Tanamal (GBI Natuna). Pdt Sudaryono mengajak untuk setiap jemaat yang menyaksikan Live streaming juga sama-sama percaya dan berdoa Tuhan Yesus mau menyembuhkan karena Dia penyembuh.

Kesaksian kesembuhan dilayani oleh Pdt Sujanto (GSJA Gerbang Kemuliaan Sijangkung), Ev. Effri Hosianto Ahin (PD Gregoreo Ministry Singkawang) dan Yusuf Farid (team PFC).

Banyak kesembuhan yang terjadi, sakit pinggang, kepala, sakit pada kaki yang sulit digerakkan, sakit pada dada, sakit pada lambung, pada leher, lutut, tuli, sakit pada tangan, jantung dan lainnya disembuhkan oleh Tuhan.

Setelah doa kesembuhan maka Pdt Ferdinan R. Singarimbun (team PFC) mengajak semua jemaat berdiri dan menyanyikan “Hidup ini adalah kesempatan” dan menantang untuk melayani Tuhan dan meyenangkan hati Tuhan.

Semua jemaat meresponnya dengan mengangkat tangan dan menyerahkan diri untuk dipakai melayani dan menyenangkan Tuhan.

Persembahan kedua bersama jemaat menyanyikan lagu “Tiada Berkesudahan Kasih setiaMu Tuhan”. Jemaat sangat bersukacita. Selanjutnya Paduan Suara dari Gereja Kalimantan Evangelist (GKE) Agape Singkawang memberikan kesaksian pujian.

Kata sambutan dari Drs. Ahyadi MM (Perwakilan Walikota Singkawang) menyampaikan bahwa bahwa PF Singkawang sangat tepat waktunya dengan kondisi yang terjadi di bangsa Indonesia. Beliau menghimbau untuk bersama terus berdoa bagi kota Singkawang dan rindu agar Pray for Singkawang dapat dilakukan beberapa kali dalam setahun.

Pengumuman disampaikan oleh Ev. Ma’ie Dharwanto (GPIBI Imanuel Pakucing 2).

Sebagai lagu penutup bersama menyanyikan lagu “Sbab Kau Besar” dan ditutup dengan doa oleh Pdt. Billy Manueke (GPdi Shekinah).

Terpujilah Tuhan!  Allah melawat langsung umatNya di kota Singkawang.