Puji Tuhan, kembali diselenggarakan acara Doa Bagi Bangsa se Wasile hari ke 2, di Lapangan Dodaga, Wasile Timur, Halmahera Timur, Maluku Utara.

Sungguh Tuhan Yesus menjawab doa kita semua. Sepanjang sore hari hujan deras dan petir dihentikan Tuhan. Malam ini langit cerah. Tuhan sangat mengasihi akan Wasile. Jiwa-jiwa mulai berdatangan mengisi bangku-bangku.

Ibadah dimulai, Pemimpin pujian menyapa semua jemaat yang hadir dan membuka ibadah DBB malam hari ini dengan lagu “Kasih yang terindah” jemaat dipersilahkan berdiri, penari tamborine memasuki altar lapangan dan mengiri lagu dengan tarian. Semua jemaat menyanyikan lagu ini.

Doa pembukaan dipimpin oleh Pdt Barny (GBI Puao).

Kembali pemimpin pujian memimpin ibadah dan menyapa semua jemaat dengan yel-yel

Gereja Tuhan???? Ooo Bangkitt!!!

Siap memuji Tuhan?? Yesss Yesss Yesss

Kapan?? Sekarangg!!!

Semua jemaat menjawab yel-yel dengan semangat dan bersukacita.

Pemimpin pujian menaikkan pujian “Aku jalan kebenaran”.

Selanjutnya pujian “Alangkah indahnya hidup bersaudara” pujian dinaikkan, semua jemaat bersorak sorai dan semua menari-nari bersukacita. Anak-anak kecil, orang tua, semua bersukacita.

Sungguh, suasana di tempat ini sangat penuh dengan sukacita Tuhan Yesus!

Selanjutnya masuk dalam persembahan, dengan lagu “Bernyanyilah bagi Tuhan jua”

Kemudian berlanjut masuk dalam Doa Syafaat, semua Hamba-Hamba Tuhan diundang untuk maju ke atas panggung.

Lagu “La biar Api Injil tarus manyala” dinaikkan dan semua jemaat menyanyikan dengan sangat sungguh.

“La biar api injil pun tarus menyala, sio manyala di katong pung hati, La biar akang pun cahaya, sio terpancar trus dari Wasile”

Pdt Elieser Huhutu (GBI Anugrah) berdoa untuk Bangsa dan Negara Indonesia. Berdoa untuk Presiden, semua jajaran aparat negara yang menjaga akan bangsa, sampai ke pemerintahan desa yang ada. Pit Huturu (GBI Dodaga) berdoa untuk Gereja-gereja di Wasile

Masuk kedalam pemutaran film dan kesaksian kesembuhan dari Team DBB Jakarta. Semua jemaat terlihat sungguh dan hancur hati menyaksikan film yang ditayangkan. Ketika masuk dalam film kesaksian kesembuhan dari Pray For Ambon 2016, semua jemaat bertepuk tangan akan mujizat Tuhan.

“Allah mengerti, Allah peduli”, lagu ini dinaikkan dan masuk kedalam Firman Tuhan. Jemaat menyanyikan lagu ini dengan sungguh-sungguh.

Firman Tuhan dilayani oleh Pdt Peter Panjaitan (Team DBB Jakarta), Firman Tuhan dibawakan dari Yesaya 43 : 4. Oleh karena kita berharga dan mulia dimataNya, Tuhan Yesus sangat bertanggung jawab atas hidup kita. Ia sangat mengasihi akan kita. Tanpa ada pengorbanan Darah Yesus, kita tidak akan selamat. Tetapi Iman percaya kita kepada Yesus Kristus, itulah yang menyelamatkan kita. Selama kita hidup di dunia, mari kita hidup dengan bersekutu dengan Tuhan Yesus. Selanjutnya hamba Tuhan mengajak siapa yang mau menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat didalam kehidupannya.

Puji Tuhan, semua jemaat bangkit berdiri dan semua mengangkat tangan, dan semua mengikuti doa dan mau menerima Tuhan Yesus didalam kehidupannya.

Selanjutnya Firman Tuhan di sampaikan oleh Pdt Petrus Bayu (Team DBB Jakarta).  Firman Tuhan dibawakan dari Matius 9 : 27 – 30. Firman Tuhan berkata, dua orang buta ini datang kepada Yesus, dia buta, dia tidak tahu seperti apa Tuhan Yesus, tapi dia bisa berseru “kasihanilah kami anak Daud”, dan Yesus berkata kepada mereka “Percayakah kamu bahwa Aku dapat melakukannya?” Mereka menjawab “Ya Tuhan, kami percaya!” Dan Yesus menjamah mata mereka, dan jadilah sesuai imanmu, maka sembuhlah mereka. Pada malam ini apakah saudara percaya bahwa Tuhan Yesus sanggup menyembuhkanmu? Dia hadir di tengah tengah kita saudara. Tidak ada yang mustahil. Roh Allah sedang bekerja ditempat ini. Maka Tuhan akan menyembuhkan engkau.

Jemaat yang sakit, diundang untuk maju kedepan. Lagu “Bagi Tuhan tak ada yang mustahil”  dinyanyikan, semua jemaat bernyanyi, sementara jiwa-jiwa yang sakit maju kedepan.

Pdt Petrus Bayu mengajak para Counsellour dan Hamba-Hamba Tuhan juga maju kedepan untuk mendoakan yang sakit.

Doa kesembuhan dipimpin oleh  Pdt Petrus Bayu (Team DBB Jakarta), Pdt John (GKPMI Getsemani Dodaga), Pdt Alex (GPdI Fayaul)

Puji Tuhan jiwa-jiwa disembuhkan. Ada seorang ibu mengalami sakit pada dadanya sudah 5 bulan, disembuhkan Tuhan. Ada seorang Bapak, sakit ulu hati sudah 4 bulan, disembuhkan Tuhan. Ada seorang ibu sakit kepala selama 5 tahun, disembuhkan Tuhan Yesus. Ada seorang bapak sakit pinggang sudah 1 bulan disembukan Tuhan. Ada seorang ibu sakit pada kakinya, disembuhkan Tuhan. Ada seorang bapak sakit pada dada bertahun tahun, disembuhkan Tuhan. Seorang Ibu sakit kepala selama 1 tahun, disembuhkan Tuhan. Ada seorang bapak sakit keracunan, disembuhkan Tuhan. Halleluya puji Tuhan, untuk kesembuhan yang Tuhan berikan.

Masuk kedalam Tantangan untuk melayani Tuhan, dipimpin oleh Andreas Dwinanda (Team DBB Jakarta) dengan menyanyikan lagu “Hidup ini adalah kesempatan”. Hamba Tuhan mengajak jemaat bagi yang mau menyerahkan hidupnya untuk melayani Tuhan, untuk maju kedepan. Jemaat maju kedepan dan mengangkat tangan. Hamba tuhan berdoa untuk jemaat yang maju kedepan. Berdoa supaya Tuhan memakai dan bekerja didalam kehidupan mereka dan supaya mereka dapat menjadi saksi bagi banyak orang dan menjadi penjala manusia, dan pergi memberitakan injil.

Kemudian Persembahan ke 2 menyanyikan lagu “Tiada yang dapat menandingkan kuasa Tuhan” dinyanyikan sambil persembahan dijalankan.

Pemimpin pujian kembali memuji Tuhan, menyanyikan lagu “Maka jiwaku pun memujiMu”, penari tamborine kembali memasuki altar, dan semua jemaat bangkit berdiri, dan mengangkat tangan, terlihat rasa syukur mereka kepada Tuhan.

Doa penutup oleh Marinus Barabay (GKPMI Eklesia Dodaga).

Halleluyaa! Puji Tuhan! bersyukur kepada Tuhan Yesus untuk terselenggaranya Doa Bagi Bangsa se Wasile pada hari ke 2 ini.

Bersyukur atas segala pertolongan Tuhan dan lawatan Tuhan dalam Doa Bagi Bangsa 2 hari ini. Sungguh, Tuhan sangat mengasihi akan Wasile Timur ini. Terpujilah Tuhan, kemuliaan hanya bagi Tuhan Yesus!