Puji Tuhan, menjelang Pray For Serui hari ke-2, Sabtu 24 Maret 2018 di Lapangan Tugu Pelataran, Jalan Ahmad Yani, Serui, Papua, pada sore hari Tuhan memberikan cuaca yang cerah, walau sejak pagi sampai siang hari cuaca mendung. Sekitar jam 6 sore jiwa-jiwa sudah mulai berdatangan mengisi kursi-kursi yang sudah disiapkan dengan jumlah yang lebih banyak dari hari kemarin.

Para panitia, Hamba Tuhan, counsellor, Worship Leader, singer, pemain musik dan penari, semua dengan penuh semangat dan antusias menyambut pekerjaan Tuhan di Pray For Serui. Doa persiapan bersama para pelayan dilakukan diatas panggung dengan bersehati menaikkan pujian dan penyembahan.

Sebelum acara dimulai, alunan musik dan lagu-lagu rohani diperdengarkan, bahkan mengudara lewat radio Gema Hosana Serui.

Pada jam 18.45 acara PFS dimulai dan doa pembuka dibawakan oleh Pdt John Kansay. Puji-pujian yang dipimpin oleh Worship Leader Sdr Rhiny dari GKP Jemaat Pemulihan, dinaikkan dengan sukacita dan umat Tuhan yang hadir begitu bersemangat bertepuk tangan memuji-muji Tuhan dibawah langit yang terang, tanpa setetes pun air hujan yang turun. Terlihat dari kejauhan banyak orang yang berkumpul dipinggir-pinggir jalan, para pejalan kaki dan pengendara motor mengikuti ibadah dari tempat mereka berada.

Moment kesehatian dan kesatuan gereja Tuhan yang mengharukan nampak saat doa syafaat dipanjatkan dimana semua hamba Tuhan dari berbagai denominasi gereja bersama-sama berdiri diatas panggung. Lalu doa syafaat dibawakan oleh perwakilan hamba Tuhan diantaranya yaitu : Pdt O. Koromat (GBGP), Ratna Pulung (Dandim), Pdt Babuyai (GIDI) , Pdt Anunggi (GSJA).

Hamba-hamba Tuhan yang lain ikut bersehati mendukung dalam doa diatas panggung dan semua jemaat diajak untuk berdoa sambil bergandengan tangan dan menyanyikan lagu “Curahkan Hujan Pertobatan”. Doa dinaikkan bagi kesatuan gereja Tuhan, bagi pemerintah kabupaten Kepulauan Yapen, bagi para pemuda dan keluarga-keluarga, bagi pendidikan serta kesejahteraan masyarakat Serui.

Sementara doa syafaat terus dinaikkan, terlihat jiwa-jiwa masih terus berdatangan memenuhi semua kursi sampai banyak sekali yang berdiri dibagian belakang karena tidak mendapatkan tempat duduk, bahkan orang-orang yang berdiri dipinggir jalan juga bertambah banyak. Kursi-kursi pun sudah ditambah sekitar 200 lagi, tapi tidak dapat menampung semua jiwa yang hadir malam ini.

Setelah doa syafaat dinaikkan, jemaat diajak untuk menyembah Tuhan dan menaikkan lagu “Bagi Tuhan tak ada yang mustahil”. Jemaat Tuhan menyanyikan dengan sungguh-sungguh. Lalu dilanjutkan dengan penayangan film mujizat kesembuhan yang terjadi dalam acara Pray For Wondama 2014.

Usai film disaksikan, penyembahan kembali dilanjutkan yang dipimpin oleh Ev. Lily Dorthy (tim PFC nasional) untuk menyiapkan hati mendengarkan Firman Tuhan. Semua jemaat menyembah Tuhan dengan sepenuh hati dengan menyanyikan lagu “Hidup ini adalah kesempatan”. Suasana hadirat Tuhan terasa begitu indah memenuhi tempat ibadah di Tugu Pelataran.

Pemberitaan Firman Tuhan terambil dari Markus 2:1-5 yang disampaikan oleh Pdt Adam Falukh (GKI Effata Sarawondori). Orang Lumpuh yang datang pada Tuhan Yesus begitu beriman untuk meminta kesembuhan dan bukan hanya orang lumpuh itu saja yang beriman, tetapi ada 4 orang yang mengantarnya juga beriman, ada kebersamaan diantara mereka dan mereka bersepakat serta bersehati meminta mujizat dari Tuhan. Demikian juga halnya, di Serui ini, kenapa kita harus berdoa bersama-sama bagi Serui? Gereja begitu banyak di Serui, tapi masih dibatasi tembok-tembok. Jika kita ingin melihat mujizat terjadi di Serui, maka gereja Tuhan harus bersehati dan bersepakat. Selain itu, kita juga perlu pengampunan dosa karena begitu banyak dosa yang kita lakukan dan itu kita dapatkan hanya di dalam Tuhan Yesus. Bahkan, jika kita memiliki sakit penyakit, pergumulan hidup, keluarga yang hancur, persoalan dalam pekerjaan kita, maka Yesuslah Jawabannya. Dikatakan dalam firman Tuhan “Sudah selesai”, itu artinya semua beban berat hidup kita serta pergumulan apapun yang kita hadapi sudah ditanggung dan diselesaikan oleh Tuhan Yesus diatas kayu salib. Lalu Pdt Adam Faluk mengundang jemaat Tuhan yang mau menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat untuk bangkit berdiri. Doa pertobatan diserukan kepada Tuhan oleh umatNya dan keselamatan datang bagi mereka yang berseru memanggil NamaNya.

Firman Tuhan mengenai kesembuhan dilanjutkan oleh Pdt Simon Wagner (tim PFC Nasional) dari 1Petrus 2:24. Disampaikan bahwa Tuhan Yesus mengasihi kita, sekalipun banyak dosa, kesalahan dan kejahatan yang kita lakukan. Tuhan Yesus sudah mati menanggung dosa-dosa kita diatas kayu salib, bahkan bilur-bilur Tuhan Yesus menanggung segala sakit penyakit kita. Tuhan Yesus tidak pernah berubah, dulu, sekarang dan sampai selamanya. Jika kita sakit, jangan kita pergi kepada dukun-dukun karena mereka adalah oknum dari iblis, itu akan membuat kita tidak bisa sembuh dan sakit semakin parah. Tetapi kita harus percaya kepada Tuhan Yesus, sebab bagi Tuhan tidak ada yang mustahil.

Setelah firman Tuhan tentang kesembuhan disampaikan, semua hamba Tuhan (para Pendeta/Gembala) maju ke depan dan diikuti oleh para counsellor untuk mendoakan orang-orang sakit. Begitu banyak jemaat yang sakit maju kedepan hingga tidak bisa semua didoakan oleh para hamba Tuhan dan konselor.  Nampak semua konselor mendoakan jiwa-jiwa yang sakit dengan penuh kesungguhan. Bahkan terlihat seorang anak kecil berusia 4 tahun yang sakit tidak bisa berjalan dikelilingi oleh beberapa hamba Tuhan yang mendoakannya bersama-sama. Tuhan pun bekerja dengan luar biasa menyembuhkan segala sakit penyakit, sakit lambung, sakit sesak nafas, sakit paru-paru, sakit lutut sulit berjalan, sakit malaria, sakit pusing, sakit kista ovarium, sakit kaki dan tangan tidak bisa digerakkan, sakit bagian usus, sakit benjolan, sakit diabetes dan sakit telinga tidak mendengar, semua disembuhkan. Puji Tuhan!!!

Usai doa kesembuhan, Pdt Simon Wagner (tim PFC Nasional) menyampaikan tantangan menjadi hamba Tuhan dan bagi mereka yang mau menjawab panggilan Tuhan untuk dipakai menjadi alatNya mengangkat tangan dan maju ke depan untuk didoakan.  Puji Tuhan banyak sekali yang beranjak maju ke depan mau untuk menjadi hamba Tuhan.

Ibadah KKR PF Serui pun diakhiri dengan doa dan puji-pujian lagu Papua : Yesus dombe, Wau-wau Bomantone, Yesus mairising. Semua umat Tuhan bergembira dan bersukacita, mereka bertepuk tangan dan menari dengan penuh kegirangan. Sorak-sorai kemenangan karena perbuatan Allah yang besar terdengar di Kota Serui, Haleluya, Tuhan sedang melawat umatNya !

Segala Hormat dan Kemuliaan hanya bagi Tuhan.

Lihat selengkapnya : Video Pray For Serui, 23-24 Maret 2018