Puji Tuhan, karena kemurahan Tuhan acara Pray For Mataram dapat berlangsung hari Selasa, 31 Oktober 2017 di GBI Rock Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Cuaca cerah dari pagi hingga sore menjelang acara Pray For Mataram berlangsung.

Pukul 18.30 WITA acara dimulai, dan dibuka oleh Imam Pujian yaitu Lanang (GPPS Betlehem). Acara dimulai dgn menyanyikan Lagu Indonesia Raya. Jemaat dipersilahkan bangkit berdiri dan bernyanyi bersama. Lagu Indonesia Raya.

Sebagai lagu pembuka, dinaikkan pujian “Hormat bagi Allah Bapa”, suasana hikmat dan membawa jemaat bersaat teduh memasuki acara Pray For Mataram.



Kemudian doa pembukaan dibawakan oleh Pdt Katsel Aritonang (GPdI Ampenan). Setelah itu dilanjutkan kata sambutan oleh Ketua Pray For Mataram, Pdt Peter I Made Sutika, S.Th (Gepembri Senggigi) yang menyampaikan ucapan terima kasih untuk semua gereja yang telah bekerjasama demi berlangsungnya acara Pray For Mataram (PFM), serta Bimas Kristen yang mendukung acara PFM.

Lalu kata sambutan oleh Bimas Kristen Provinsi NTB, Anton Lopis, S.Pd yang berpesan bahwa kesempatan ini dapat dijadikan momentum untuk kita bersama-sama berdoa bagi bangsa dan kota kita. Anton berterima kasih atas kerjasama gereja dan persekutuan. Kita harus menyatakan kepedulian kita atas kota kita. Acara PFM ini bukan rutinitas, tapi menjadi kewajiban kita sebagai warga gereja untuk berdoa bagi pemerintahan kota kita, bagi pembangunan daerah ini.

Kembali Imam Pujian mengajak jemaat untuk memuji Tuhan “Di hadapan kemegahanMu”, jemaat diajak merenungkan kebaikan Tuhan sepanjang hidup. Mengingat kasih setia Tuhan dan Tuhan amat sangat baik.

Sepanjang pujian dinaikkan, jiwa terus berdatangan dan memenuhi tempat acara PFM.

Jemaat mengangkat tangan dan bernyanyi dengan penuh semangat. Semua merasakan kebaikan Tuhan, dan mengajak jemaat saling bersalaman dan berkata Tuhan baik.

Pujian terus dinaikkan, jemaat menyanyikan lagu Terpujilah namaMu Tuhan. Bersatu hati menyatakan kerajaan Mu selamanya. Tuhan adalah Raja atas dunia, berkuasa memenangkan jiwa, menghancurkan kutuk. Jiwa-jiwa melompat memuji Tuhan, bersorak menaikkan pujian.

Selanjutnya diadakan persembahan. Jemaat menyanyikan lagu bersyukur kepada Tuhan. Kasih Tuhan tidak ada tiara nya. Tuhanlah kekuatan, mazmur dan keselamatanku.

Kemudian semua jemaat bangkit berdiri, menyiapkan hati untuk berdoa bagi bangsa, menyanyikan lagu “Kami umatMu”. Meminta Tuhan memulihkan bangsa dan mengampuni bangsa Indonesia. Terus meminta belas kasihan atas kota dan bangsa.



Hamba-hamba Tuhan yang membawakan doa syafaat bagi bangsa adalah Pdt JS Simanjuntak (GP Anugerah), Pdt Ahmad Purba (GKII Kemenangan), Pdt Dr. Hasanema Wau (GPIBI Family), Pdt Jafar Silasko MBS (GKII Rhema). 

Dalam satu kesatuan para hamba Tuhan berdoa buat kota. Membangun kerajaan Tuhan utk kemuliaan Tuhan. Kita harus memberi sesuatu untuk kota ini, menaikkan doa untuk kesejahteraan kota ini. Memberkati Sumba, Bima, Lombok Kota, Lombok Barat, Lombok Utara. Memberkati pemerintahan, memberikan kekuatan dalam bekerja menjalankan roda pemerintahan. Allah berdaulat atas kota ini, berkarya atas kota ini. Mengalirlah kuasa kasih Tuhan atas kota ini.

Jemaat dengan hancur hati berdoa untuk kota dan dengan sungguh-sungguh. Doa-doa terus dinaikkan oleh Hamba Tuhan diatas mimbar.

Berdoa juga untuk gereja-gereja Tuhan yang ada di Indonesia, bersatu hati memberkati bangsa kami. Memberkati setiap hamba Tuhan, supaya memiliki beban Allah dan visi Allah. Terus berani memberitakan kebenaran, ditengah segala tantangan yang ada.

Berdoa dalam bahasa lombok, berdoa untuk penginjilan di kota lombok dan Indonesia. Oleh kasih dan kuasa Tuhan, injil terus diberitakan. Urapan Tuhan bekerja atas semua Hamba Tuhan disemua tempat di Indonesia. Kuasa Tuhan menolong setiap pemberita injil di Indonesia.

Setelah itu Imam Pujian, Pdt Rulofine H Sitompul (Team Pray For Cities)  maju dan mengajak jemaat untuk menyembah Tuhan “Apapun yang terjadi”. Ditengah segala hal yg terjadi, permasalahan dan sakit penyakit, jemaat dibawa untuk terus percaya pada Tuhan. Imam Pujian mengajak jemaat mengangkat tangan dengan percaya kepada Tuhan.

Firman Tuhan dibawakan oleh Pdt Michico Serafim Sihite (Team Pray For Cities). Pembacaan Firman Tuhan diambil dari Matius 6:25-30. Yesus mengajarkan untuk Jangan kuatir. Kita sering dilanda kekuatiran. Kekuatiran tidak hanya melanda orang miskin saja. Kekuatiran bisa melanda kepada siapa saja. Bahkan ketika memiliki semuanya, kecenderungan mau ini dan itu. Kekuatiran membawa tidak damai sejatera, tidak sukacita, tidak percaya. Kekuatiran membuat orang salah berpikir tentang Allah. Dan tidak percaya pada Allah lagi.

Kehidupan kita bukan hanya dipelihara, tapi didandani oleh Allah. Arsitek dapat membangun gedung-gedung yang cantik, apalagi Bapa kita disurga. Siapakah yang bisa membuat gunung menjulang tinggi?. Allah memelihara hidup kita dengan sempurna. Bunga yang umurnya hanya beberapa hari saja, itu dipelihara dan didandani begitu cantik, apalagi kita. Allah mendandani hidup kita, dan menyediakan kehidupan kekal.

Matius 6:25 menyatakan Bukankah hidup itu lebih penting dari makanan? Tubuh itu lebih penting dari pakaian? Ketika ditanya apa yg dikuatirkan? Kecenderungan kuatir pada hal-hal dunia, yang bersifat sementara. Jangan kuatir akan apapun juga.

Yohanes 14:2 menyatakan Tuhan menyediakan tempat. Tuhan menantikan kita, anak-anakNya.
Tuhan sangat mengasihi dan selalu mendengar doa.

Kemudian hamba Tuhan menantang jemaat yang mau berbalik pada Tuhan. Jemaat yg berdiiri dan mengangkat tangan. Sebagian besar berdoa menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat.

Selanjutnya Pdp Herwin Nugroho (Team Pray For Cities) membawakan Firman Tuhan tentang kesembuhan. Tuhan mau memulihkan dan menyembuhkan. Firman Tuhan diambil dari Lukas5:12-13. Sakit kusta pada jaman dulu tidak ada obatnya. Sama seperti sakit kanker pada jaman ini. Penyakit ini mengerogoti tubuh orang sakit kusta ini. Dan orang kusta ini diasingkan dari orang banyak, bahkan dari keluarga sendiri. Org kusta ini mendengar tentang kedatangan Yesus dan Yesus yang sanggup menyembuhkan. Dengan mengambil banyak resiko, orang kusta ini datang kepada Yesus ditengah banyak orang. Dengan berani dia datang tersungkur, meminta kesembuhan dari Tuhan. Dan Tuhan mau menyembuhkan orang kusta ini. Tuhan berbelaskasihan kepada semua yang datang pada malam ini.



Setelah itu diadakan Doa Kesembuhan, jemaat dibawa menyanyikan lagu “Bagi Tuhan tak ada yg mustahil”. Kemudian semua Hamba Tuhan dan counselor maju. Lalu diikuti oleh para jemaat yang sakit. Jiwa-jiwa maju dengan berbagai sakit penyakit. Doa kesembuhan dibawakan oleh Pdt Vekie M. Kindangen (GPI BM Mataram).

Doa terus dinaikkan, hamba Tuhan terus mengingatkan untuk beriman dan percaya Tuhan Yesus sanggup menyembuhkan.  Puji Tuhan kesembuhan terjadi, ada yang sembuh dari sakit kaki selama 3 tahun, sakit cacar, sakit vertigo 9 tahun, yang sakit harus cuci darah 2,5 tahun, dan kesembuhan lainnya.


Untuk kesaksian kesembuhan dibawakah oleh hamba Tuhan, Pdt Jong Johan (Team Pray For Cities), Ev Denny Rembeth (GKII Kalvari), Pdt Alfan Yoswanto, S.Th (GSJA Siloam).

Acara dilanjutkan dengan Pdt. Johan (Team Pray For Cities) menantang jemaat yang rindu melayani Tuhan dan dipakai Tuhan. Sambil lagu “Tuhan inilah hidupku” dinyanyikan, jemaat dan cousellor yang rindu dipakai Tuhan, maju dan didoakan. Tuhan punya rencana dan mau memakai hidup setiap anak-anakNya.

Selanjutnya disampaikan pengumuman oleh Ev Denny Rembeth (GKII Kalvari). Lalu acara ditutup dengan pujian Kemulian Bagi Tuhan di tempat maha tinggi. Doa penutup disampaikan oleh Pdt Suwardi, M.Th (GPIBI Amanat).

Puji Tuhan! Tuhan melawat kota Mataram. Segala kemuliaan bagi Tuhan!