Kota Serui yang cerah dan udara bersih yang berhembus di pagi hari 23 Oktober 2017, menyambut datangnya para hamba Tuhan  memasuki Gedung Gereja Kerapatan Pantekosta Jemaat Pemulihan Kota Serui untuk mengikuti Seminar Hamba Tuhan Kota Serui.

Puji-pujian dipimpin oleh Pdt. Jeffry Siringoringo  (Team Pray For Cities) menyanyikan lagu “Ku tak pandang dari Gereja mana” semua bersukacita dimana para pimpinan, pengerja dan pengasuh sekolah minggu dari berbagai denominasi di Kota Serui bersatu padu untuk kegerakan rohani. Dilanjutkan lagu ” kucinta keluarga Tuhan”. Selanjutnya Peserta diajak untuk bersemangat dengan Yel Yel…Gereja Tuhan …..Oo….bangkit….

Sesi pertama dibawakan Pdt. Simon Wagner (Team Pray For Cities), dengan topik Panggilan sebagai penggerak revival kota. Para peserta seminar sangat bersemangat mengetahui bahwa mereka semua dapat dipakai Tuhan untuk menggerakan kota Serui yang selama ini terasa tenang dan aman namun di lain pihak, iblis sudah berusaha memisahkan Gereja Gereja dengan tembok denominasi, banyak penduduk yg sudah tidak bergairah lagi beribadah dan tingkat pergaulan bebas yang semakin tinggi.  Inilah saatnya Gereja bangkit sebagai penggerak kota  dan menghancurkan pekerjaan iblis.

Sesi kedua bertema Kesatuan Tubuh Kristus dibawakan oleh Pdt. Jeffry Siringo-ringo (Team Pray For Cities), semua peserta seminar menyadari betapa pentingnya Gereja bersatu. Dimana Gereja terpecah pecah, disitulah awal kejatuhan. Masa tuaian sudah tiba, Gereja harus bersatu.

Pada saat break, suasana para peserta Seminar Hamba Tuhan terasa sangat akrab dengan kasih persaudaraan membicarakan suasana dan keadaan di Serui.

Sesi terakhir bertema Pemetaan Rohani disampaikan. Semua peserta bersemangat mendengarkan sesi ini memetakan kondisi Gereja, lingkungan dan kota mereka masing masing dalam kelompok kelompok. Diakhiri dengan doa bersama untuk kesatuan Gereja, keselamatan jiwa – jiwa dan lawatan Tuhan atas kota Serui.

Setelah Acara selesai,  seorang Bapak dari sebuah denominasi Gereja mengadakan bahwa mereka harus membuat kegiatan KKR. Usulan ini disambut semua hadirin. Secara spontan, semua sepakat  membuat KKR di GKP pada hari Rabu. Kemudian beberapa Mama mama yang berasal dari Ambai, mengusulkan untuk dibuat kegiatan serupa disana. Mereka mengatakan, sangat rindu mengadakan kegerakan di Ambai setelah mendengarkan arahan bahwa inilah masa keemasan untuk memenangkan jiwa.

Semua peserta  sangat di berkati dengan SHT di Serui. Puji Tuhan!