Puji Tuhan dengan anugerah dan kemurahan Tuhan hari Kamis, 29 Juni 2017, Seminar Hamba Tuhan dapat berlangsung di kota Duri, Provinsi Riau, yang bertempat di GSJPDI Maranatha. Inilah waktunya melihat gereja-gereja dibangkitkan.

Hari itu cuaca mendung dan sedikit gerimis, namun Puji Tuhan tidak menghalangi para Hamba Tuhan untuk hadir.  Pukul 09.00 para Hamba Tuhan mulai berdatangan. Sambil menunggu kedatangan Hamba Tuhan yang lain, film mengenai PFC ditayangkan.

Puji-pujian dinaikkan dengan sukacita. Pujian pertama “Bertemu dalam kasihNya”. Betapa senangnya melihat para Hamba Tuhan dari berbagai gereja berkumpul. Ini momen dimana dapat saling mengenal satu sama lain karena diantara mereka ada yang belum saling kenal. Kemudian pujian kedua dinaikkan “Ku tak pandang dari gereja mana”. Inilah waktunya gereja Tuhan  bersatu, tidak memandang dari denominasi gereja mana. Lalu Imam Pujian mengajak para peserta seminar menyiapkan hatinya untuk mendengarkan FT dengan menyanyikan lagu “Ku siapkan hatiku Tuhan”.

Sungguh luar biasa para hamba Tuhan yg hadir mereka semuanya sungguh-sungguh mendengar tiap materi yg disampaikan. Adapun Seminar Hamba Tuhan ini dilayani oleh team Pray For Cities Jakarta yaitu Pdt Jeffry Siringo-ringo, Pdt Rudy Ang, Sdri Sianne dan Sdri Jiuli.

Pada saat materi disampaikan mereka meresponinya dengan baik. Para Hamba Tuhan diajak untuk bangkit kembali, berdoa dan menginjili karena mereka melihat kondisi yang ada jemaat yang sudah mulai malas ke gereja, banyak gereja berdiri namun saling menutup diri, perekonomian semakin lesu, salah satu perusahaan terbesar Chevron akan tutup, penghasilan toko-toko sudah menurun sehingga banyak pekerja toko yang akan di PHK, banyak pengangguran, masyarakat di kota ini menjadi kuatir akan masa depan mereka, stress, dan banyak orang yang mengalami ganguan jiwa. Tidak hanya itu, banyak anak-anak muda terikat narkoba, juga jatuh dalam free sex, LGBT. Kemudian masyarakat di kota ini masih banyak yang terikat dengan adat istiadat, perdukunan.

sht-duri-3

Saat materi kesatuan tubuh Kristus disampaikan, mereka merasa dibukakan kembali terutama pada saat dijelaskan bagaimana jemaat harus diajak terlibat di dalam pelayanan bersama pendeta. Bahwa tugas penginjilan tidak hanya dilakukan oleh pemimpin gereja tapi jemaat juga dapat dipakai oleh Tuhan supaya mereka juga semakin bertumbuh. Saat bertanya kepada beberapa Hamba Tuhan yang hadir, baru sedikit gereja yang sudah melakukannya. Ada beberapa Hamba Tuhan yang belum melakukannya dan mengatakan kalau mereka merasa sedih karena belum melakukan hal ini namun mereka rindu dan mau melibatkan jemaatnya untuk ikut melayani.

Tuhan terus bekerja membukakan hati dan pikiran para Hamba Tuhan yang hadir, di sesi  doa yang mengubah kota, para peserta diajak untuk praktek bagaimana doa di dalam kelompok.

Kemudian sebelum masuk dalam materi pemetaan rohani, para peserta seminar diajak untuk bersukacita, bersemangat, bergirang, bersama-sama bekerja untuk Tuhan, bersama-sama mempersiapkan acara Pray For Duri dengan menyanyikan pujian “Kita kerja sama-sama buat Tuhan”.

sht-duri-ok

Kemudian materi Pemetaan Rohani disampaikan. Sekalipun kondisinya sepertinya sulit tapi bagi Tuhan tidak ada yang mustahil. Kalau Pray For Duri bisa diadakan itu berarti Tuhan punya rencana atas kota ini. Tuhan mau mengubahkan  kota ini, membangkitkan gereja-gereja. Harus ada belas kasihan di dalam hati setiap Hamba Tuhan, dimana ada belas kasihan disitu pasti ada mujizat. Mereka di bawa untuk memiliki belas kasihan, seperti hati Tuhan Yesus. Di luar sana banyak sekali orang yang menderita sakit penyakit, putus asa. Kitalah sebagai pemimpin gereja yang harus memberi mereka makan.

Setelah materi disampaikan, pujian “Biar belas kasihanMu Bapa penuhi hati kami” dinaikkan, doa  dinaikkan agar Tuhan kembali mengisi hati Hamba-Hamba Tuhan, miliki hati yang berbelas kasihan.  Puji Tuhan, mereka berdoa dengan sungguh-sungguh. Ada 2 perwakilan Hamba Tuhan yang berdoa saat itu yaitu   Pdt. Samuel H. Gultom (GPDI Imanuel),  Pdt. Farley Lumenja (GPdI). Sungguh-sungguh meminta supaya belas kasihan memenuhi hati mereka kembali, mereka selama ini tertidur tapi sekarang mereka merasa dibangkitkan kembali, akan tetap melayani Tuhan sampai Tuhan Yesus datang.