Dalam rangkaian persiapan Pray for Kutai Barat yang akan berlangsung pada Kamis – Jumat (15-16 Juni 2017) di BPU Tanaa Ngeriman Kompleks Perkantoran Pemkab Kutai Barat, Kecamatan Barong Tongkok, Sendawar Kabupaten Kutai Barat, maka diadakan kembali pertemuan Seminar Hamba Tuhan yang kedua, dengan tema “Gereja yang Missionaris” yang dilaksanakan di GKKA Indonesia Jemaat Sendawar. Jl Sendawar Raya 2, Kel. Barang Tongkok Kec. Barong Tongkok Kabupaten Kutai Barat. Seminar Hamba Tuhan tersebut telah di ikuti oleh 50 peserta yang berasal dari dari 8 kecamatan meraka adalah para Gembala, anggota majelis pekerja gereja yang berasal dari interdemominasi gereja-gereja se Kutai Barat.

Sejak malam, hujan deras sudah menguyur daerah di Kecamatan Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat ini, namun tidak menyurutkan antusias para peserta seminar yang sudah ada, hadir sejak pukul 08.00 WITA. Mengawali acara, lagu pujian dinaikan yang berjudul “Mana-mana Tuhan panggil”  telah membangkitkan semangat, sukacita serta antusias para peserta yang mengikuti acara seminar yang berlangsung pada jam 1o.00 – 15.00 WITA. Seminar ini dilayani oleh team Pray for Cities Pdt. Sudaryono, Pdt Jong Johan, Pdt Herwin Nugroho dan Sdri Dahlia. Selasa (13/6).

Sesi pertama diberitakan tema mengenai materi menjadi “Penggerak Kebangunan Rohani”. Dalam sesi tersebut di sampaikan bahwa ada suatu panggilan Allah ditengah kegelapan dunia pada setiap orang percaya, yaitu untuk menjadi saksi dan terang kepada bangsa-bangsa.

Kita harus tahu pada masa dan zaman apakah kita hidup sekarang ini?.  Seharusnya kita sudah dapat menilai suatu zaman. Dimasa apakah kita sekarang hidup?  ini adalah masa akhir zaman.

Tuhan Yesus katakan dengan begitu keras, mengapakah kita tidak dapat menilai zaman? dan Yesus berkata pula kepada orang banyak  Lukas 12:54-56  dimana Ia berkata :

Yesus berkata pula kepada orang banyak: “Apabila kamu melihat awan naik di sebelah barat, segera kamu berkata: Akan datang hujan, dan hal itu memang terjadi. Dan apabila kamu melihat angin selatan bertiup, kamu berkata: Hari akan panas terik, dan hal itu memang terjadi. Hai orang-orang munafik, rupa bumi dan langit kamu tahu menilainya, mengapakah kamu tidak dapat menilai zaman ini?

Firman Tuhan tersebut merupakan pengajaran khusus yang sampaikan oleh Tuhan Yesus pada setiap orang percaya, agar kita dapat lebih peka untuk melihat keadaan zaman ini dimana seluruh genapan nubuat dalam Alkitab sudah berlangsung dan digenapi.

Inilah waktunya pemberitaan Injil disampaikan karena Tuhan Yesus akan segera datang, namun harus dimulai dari manakah pekerjaan besar ini dilakukan? Yaitu dimulai dari setiap pemimpin gereja yang bangkit dan menjadi terang.

Pemimpin Gereja harus dapat mengajari dan menggerakan jemaatnya untuk melakukan tugas penginjian dan pengembaaan bersama-sama. Gereja Tuhan harus menjadi penggerak terjadinya kebangunan rohani.

Saat ini Tuhan sedang mencari seseorang yang mau mempertahankan negeri ini dihadapan-Nya, sama seperti yang diungkapkan-Nya pada Yehezkiel, “Aku mencari di tengah-tengah mereka seorang yang hendak mendirikan tembok atau yang mempertahankan negeri itu di hadapan-Ku, supaya jangan Kumusnahkan, tetapi Aku tidak menemuinya. ” (Yehezkiel 22:30). lalu siapakah yang dapat menjawabn pertanyaan Tuhan ini?

Dengarkanlah panggilan Allah, bahwa di tengah-tengah kegelapan dunia, Allah memanggil kita menjadi terang. (Yesaya 6:8) Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata: “Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku? ” Maka sahutku: “Ini aku, utuslah aku!” Tuhan Yesus mengingatkan kembali amanat agung-Nya atas setiap orang percaya, agar kita bangkit untuk pergi menyampaikan Injil keselamatan ke seluruh dunia (Matius 28 :18-20). Jikalau perintah untuk pergi itu menguasai hati kita, kita akan menanggapinya seperti Yesaya, “Ini aku, utuslah aku.”

Amanat agung Tuhan tersebut telah menyatakan pada Gereja-Nya mengenai sasaran, tanggung jawab, dan penugasan gereja dalam tugas misionernya yaitu menjadi penggerak kebangunan rohani terjadi. Iblis gemetar jika Gereja Tuhan bangkit mengambil tanggung jawabnya, sebab Tuhan akan siap untuk mencurahkan kuasa dan kemuliaan-Nya. (Yesaya 60: 1-2) Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu.Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang TUHAN terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu.

Sesi kedua di lanjutkan dengan tema “Kesatuan Tubuh Kristus” Dalam suratnya kepada jemaat di Efesus, Paulus menasehatkan anggota-anggota jemaat, supaya mereka memelihara kesatuan jemaat. Memelihara kesatuan tubuh Kristus merupakan hal yang penting, sebab suatu kesatuan itu merupakan satu dasar pondasi yang kuat. Dengan dasar pondasi yang kuat bangunan dengan bentuk apapun pasti akan kuat, tidak goyang diterpa badai. Demikianlah dengan Gereja yang merupakan tubuh Kristus, haruslah memiliki kesatuan tidak terpecah dengan golongan, kelompok atau, keanggotaan gereja, ataupun pandangan teologis. Mengenyampingan perbedaan yang ada, dalam masa tuaian ini Gereja yang adalah tubuh Kristus perlu berdoa dan melayani bersama untuk memenangkan kota dan bangsa ini. (1 Korintus 12:27) Kamu semua adalah tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah anggotanya.

Suasana Seminar Hamba Tuhan. Selasa (13/6)

Suasana Seminar Hamba Tuhan. Selasa (13/6)

Tema sesi ketiga “Bangkitlah Gereja-Nya” Waktunya Gereja untuk pergi memberitakan kabar baik. Sebab waktunya menuai adalah sekarang (Yohanes 4:35).“Bukankah kamu mengatakan: Empat bulan lagi tibalah musim menuai? Tetapi Aku berkata kepadamu: Lihatlah sekelilingmu dan pandanglah ladang-ladang yang sudah menguning dan matang untuk dituai” Tuhan Yesus mengatakan perkataan ini kepada murid-murid-Nya, bahwa pekerjaan Allah tidak dapat dilakukan nanti. Gereja harus menyadari bahwa ladang-ladang telah menguning siap untuk dituai…Kita sedang berada di tengah-tengah ladang penuaian besar. Yesus menjelaskan kepada murid-murid-Nya, bahwa pekerjaan besar untuk mengumpulkan hasil panen terhampar di depan mereka, dan bahwa mereka harus mengerjakannya dengan bersegera dan dengan bertekun.

Saat ini Tuhan telah menggenapai rencana-Nya dan menyertai kehidupan kita, sebab segala kuasa telah diberikan sebab itu baiklah kita pergi untuk melakukan segala sesuatu yang telah diperintahkan kepada kita. (Lukas 10:9) “dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ dan katakanlah kepada mereka: Kerajaan Allah sudah dekat padamu. Betapa indahnya pemberita-pemberita yang membawa kabar baik itu. (Yesaya 52:7) “Betapa indahnya kelihatan dari puncak bukit-bukit kedatangan pembawa berita, yang mengabarkan berita damai dan memberitakan kabaik baik…

Pada sesi keempat dilanjutkan dengan berdoa berkelompok untuk meminta belas kasih dan keselamatan Tuhan atas kutai barat. Percaya bahwa doa yang dinaikan akan membuat Tuhan bekerja untuk mengubahkan Kutai Barat.  Yakobus 5:15  berkata ”Doa orang benar bila didoakan akan sangat besar kuasanya…” Ini adalah satu janji dari Tuhan, apabila kita berdoa dengan sungguh kepada Tuhan maka mujizat akan terjadi, pemulihan dan keselamatan akan terjadi.

Sesi kelima dan keenam seluruh peserta diminta untuk melakukan spritual mapping dan pendataan atas setiap daerah yang berada di Kutai Barat. Dari pemetaan yang dilakukan maka membuat para perserta semakin menyadiri kegelapan, pekerjaan setan dan kekelaman yang melingkupi Kutai Barat, semua okultisme, penyembahan berhala masih kental di Kutai Barat, kejatuhan anak-anak muda pada pergaulan bebas, pernikahan dini, perselingkuhan serta kedinginan hati melingkupi Kutai Barat.

Para peserta melakukan doa bersama terhadap pendataan dan pemetaan rohani yang ada di Kutai Barat

Para peserta melakukan doa bersama terhadap pendataan dan pemetaan rohani yang ada di Kutai Barat

Gereja Tuhan memerlukan kesehatian dan kesepakatan bersama untuk berdoa bersama-sama bagi Kutai Barat agar keselamatan, kebangunan rohani dan pemulihan akan terjadi Kutai Barat. (2 Tawarikh 7:14) “dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku  disebut, merendahkan diri,  berdoa dan mencari wajah-Ku,  lalu berbalik  dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka”. Doa akan mengubahkan Kutai Barat untuk juga ada dalam keadaan aman dan sejahtera.

Baiklah Gereja Tuhan menjadi umat Tuhan yang peduli dan terbeban dengan kasih ilahi yang sama seperti Tuhan Yesus rasakan (Matius 9:36) yaitu ketika...Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati kita dengan belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala.