Dalam rangkaian persiapan Pray for Pontianak dan Kubu Raya – Kalimantan Barat yang akan diadakan pada Jumat 07 Juli 2017 di Pendopo Gubernur Kalbar di Jalan Jl. A Yani, Pontianak, Kalimantan Barat, maka diadakan pertemuan Seminar Hamba Tuhan yang bertemakan “Gereja sebagai penggerak kebangunan Rohani” yang dilaksanakan di Gereja GPPIK (Gereja Persekutuan Pemberita Injil Kristus) Jl. W.R Supratman No. 40 – Pontianak, Kalimantan Barat. Kamis (01/5).
Gereja GPPIK (Gereja Persekutuan Pemberita Injil Kristus)

Gereja GPPIK (Gereja Persekutuan Pemberita Injil Kristus) yang menjadi lokasi Seminar Hamba Tuhan dilaksanakan

Memulai acara Seminar Hamba Tuhan dimulai dengan terlebih dahulu menyanyikan “Kami Memuji Kebesaran-Mu dilanjutkan dengan lagu Indonesia Raya dan Garuda Pancasila“, hal ini sekaligus untuk mengenang hari lahirnya pancasila yang jatuh pada hari yang sama seminar diadakan tanggal 01 Juni. Lagu kebangsaan yang mengumandangkan lirik kesatuan tersebut telah membangkitkan rasa nasionalisme dan kecintaan yang semakin dalam kepada bangsa ini. Meskipun terdapat banyak keanekaragaman yang berbeda di bangsa ini, hal tersebut justru telah membuat gereja bersatu untuk berdoa bersungguh-sungguh agar lawatan dan keselamatan Allah, serta kesejahteraan ada pada bangsa ini. Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu. (Yeremia 29:7)

 Acara berlangsung pada pukul 09.00 – 15.00.WIB yang di ikuti oleh para Gembala Sindang, anggota manjelis yang berasal dari interdenominasi gereja-gereja se Pontianak dan Kubur Raya- Kalimantan Barat. Seminar yang di hadiri oleh 55 orang para hamba Tuhan ini dilayani oleh team Pray For Cities Jakarta yaitu Pdt Deni Kaluara, Pdt Jemmia Dina Aryati dan Ev.Berty Tjahyarini.
Para peserta bersungguh-sungguh hati memuji dan menyembah Tuhan dalam acara seminar Hamba Tuhan

Para peserta bersungguh-sungguh hati memuji dan menyembah Tuhan dalam acara seminar Hamba Tuhan

Para peserta mengikuti dengan antusias dan kesungguhan dalam setiap sesinya. Pada sesi pertama disampaikan tema mengenai “Gereja sebagai penggerak kebangunan rohani”. Allah memiliki panggilan bagi Gereja-Nya untuk bangkit menjadi terang dan garam di tengah-tengah bangsa ini. Ini adalah masa kesudahan zaman, seluruh keadaan menuju pada akhir puncaknya. Gereja Tuhan haruslah menyadari tentang waktu yang akan yang berakhir menjelang kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kalinya sebab itu Gereja Tuhan …harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama masih siang; akan datang malam, di mana tidak ada seorangpun yang dapat bekerja (Yohanes 9:4).  Merupakan tugas para Hamba Tuhan untuk mengajari jemaat untuk melakukan penginjilan seperti yang telah diamanatkan Tuhan kepada setiap orang percaya yaitu pergi memberitakan Injil (Matius 28:19-20) Para pemimpin Gereja, merekalah yang akan mengajari dan menggerakan jemaat untuk melakukan pemberitaan Injil dan penggembalaan bersama-sama.

Suasana Ibdah dalam Seminar Hamba Tuhan 02 Juni 2017

Suasana Ibadah dalam Seminar Hamba Tuhan 02 Juni 2017

Gereja merupakan manifestasi pemerintahan Allah yang berdaulat di dalam hati kita sebagai orang percaya, dimana kehendak Allah dilaksanakan, sebab itu kebangkitan Gereja untuk pergi memberitakan Injil merupakan pengharapan atas keselamatan pada banyak orang yang hidup dalam kegelapan. Inilah saatnya Gereja harus pergi dan melayani Padangalah di sekeliling dan beritakanlah kabar baik sebab tuaian sudah menguning dan matang untuk di tuai (Yohanes 4:35). 

Sesi kedua diteruskan dengan tema “Kasih kepada Tuhan dan sesama”  Kasih merupakan pesan yang sangat penting untuk dimiliki oleh semua Gereja dan umat Tuhan di muka bumi ini. Masih ada begitu banyak sekat-sekat duniawi yang masih di tunjukan karena perbedaan baik pada perorangan, kelompok, suku, budaya, bahasa, status, usia, kaya-miskin, latar belakarang, kelompok, keanggotaan gereja ataupun padangan teologis dan sebagainya. Seringkai hambatan-hambatan tersebut menjadi penghalang bagi kita untuk bisa saling kenal dan saling mengasihi. Marilah melihat pada kehidupan jemaat yang pertama yang memiliki hati yang penuh dengan kasih persaudaraan yang kuat satu dengan yang lain, sehingga tidak heran Gereja berkembang pesat pada saat itu, banyak pertobatan jiwa terjadi saat itu dan jemaat yang pertama menerima berkat dari Tuhan, karena Tuhan semakin menambah-nambahkan jumlah mereka dengan orang-orang yang diselamatkan. Sebab itu Marilah “Peliharalah kasih persaudaraan! (Ibrani 13:1) 

Dalam sesi inipun di ingatkan kembali bahwa suatu pelayanan adalah sebuah buah dari kasih kita kepada Tuhan sebagai hukum yang pertama dan terutama didalam kehidupan kita. Dalam sesi ini suasana kekeluargaan dan kesatuan terasa menyentuh sekali.

Setelah itu masuk dalam sesi berdoa berkelompok untuk sharing dan melakukan pemetaan Rohani. Dari pemetaan yang dilakukan maka hak tersebut semakin menyadiri kegelapan, kekerasan dan kekelaman yang melingkupi kota Pontianak dan Kubu Raya dan pekerjaan setan apakah yang terjadi di kota tersebut dan hal tersebut semakin menyadarkan umat Allah untuk berdoa bersungguh hati dan bangkit pergi melayani kota ini.

Sesi ketiga dilanjutkan dengan tema “Gereja yang Menginjili” Tidak ada pengharapan atas keselamatan tanpa Allah didalam dunia, itulah sebabnya Gereja harus pergi menginjili, sebab Injil adalah kekuatan Allah yang akan menyelamatkan setiap orang yang percaya kepada-Nya (Roma 1:16) Adalah merupakan perintah  dan tanggung jawab yang harus di kerjakan sebegai orang percaya yaitu pergi memberitakan Injil, seperti yang tertulis dalam :

Roma 10:14“Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepadaNya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakanNya ? …..

Sebab kebinasan akan datang pada setiap orang yang terpisah dari Allah, dan semua orang harus bertobat, karena itu amanat agung Tuhan untuk dalam perintah-Nya untuk menginjili merupakan suatu perintah yang urgent dan mendesak, dan hal ini merupakan tugas setiap orang percaya (Matius 28:16-20).  

Para pemimpin gereja harus mampu untuk menyadarkan para jemaat mengenai siapa mereka sesungguhnya didalam Tuhan?, dan apa yang menjadi kehendak Allah atas kehidupan mereka. Para pemimpin Gereja harus mampu membentuk setiap jemaatnya untuk siap di utus pergi memberitakan Injil di tengah dunia, seperti yang telah tertulis dalam Roma 10:15“Dan bagaimana mereka dapat memberitakanNya, jika mereka tidak diutus? Seperti ada tertulis : Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik !”

Sesi ke empat dilanjutkan dengan tema “Kesatuan Tubuh Kristus”Dalam masa penuaian, untuk memenangkan kota dan bangsa maka Gereja haruslah bersatu sebagai tubuh kristus untuk sama-sama berdoa dan memberitakan Injil.

Para peserta mengisi Koesioner dan kesan-kesan setelah mengikuti seminar

Para peserta mengisi Koesioner dan kesan-kesan setelah mengikuti seminar

Para peserta yang hadir pada Seminar Hamba Tuhan tersebut terlihat antusias mendengarkan sesi demi sesi yang ada. Dari apa yang mereka tulis di form kesan-kesan semua merasa sangat diberkati dengan Seminar Hamba Tuhan yang telah berlangsung, bersyukur karena merasa diingatkan supaya kembali memiliki kasih kepada Tuhan sebagai dasar melayani dan penginjilan, merasa dikuatkan untuk menjadikan sebagai Gereja yang menginjili, bahkan ada yang menulis bahwa waktu seminar kurang lama…Halleluya ! Betapa senang melihat para hamba Tuhan tersebut dibangkitkan dan bersemangat untuk bersatu dengan kasih melakukan penginjilan atas kota dan bangsa ini.

Antusias para peserta seminar

Antusias para peserta seminar