Terpujilah Tuhan yang telah melakukan perkara yang besar bagi umat nya.

Berikut kesaksian kesembuhan dari Bp Pdt Anthus Rumapea yang disembuhkan dari sakit diabetes selama 1 tahun.

Setiap kali Bp Anthus pulang dari penginjilan di Lampung atau ibadah minggu, dia menyuruh istri atau anaknya untuk menyiapkan teh manis sebanyak satu teko dan meminum semuanya. Hal tersebut berlangsung selama sepuluh tahun.

Bp Anthus juga sering minum white coffee, biasanya setelah mengajar di sekolah agama kristen selalu disiapkan minuman itu. Dan kalau di gereja setelah minum teh manis, dia akan minum white coffee yang ditambah dengan gula.

Sekitar bulan AprilĀ  2014, Bp Anthus merasakan sakit di bawah perutnya, kemudian diurut oleh tukang urut, sebentar merasakan lebih enak, tetapi setelah diurut maka semakin terasa semakin sakit.
Kejadian itu berlangsung sampai bulan Juli 2014, dan dia merasa sudah tidak kuat lagi.

Istrinya mengajak Bp Anthus untuk pergi ke dokter rumah sakit di Jakarta Pusat. Setelah dilakukan pemeriksaan, nilai gula darahnya tinggi 289 dalam keadaan puasa. Suster mengatakan bahwa Bp Anthus menderita kencing manis.
Dalam kondisi sakit Bp Anthus hanya tergeletak di kamar, untuk ke belakang harus dituntun dan selalu mengeluh kesakitan.
Setelah Bp Anthus memakan obat dari dokter malahan semakin sakit.
Bp Anthus juga minum obat dari pengobatan herbal, yaitu minuman jahe tapi tetap sakit.

Pada bulan Juni 2015, anak Bp Anthus memberikan undangan Pray For Depok, dua hari kemudian Bp Anthus ditelepon oleh hamba Tuhan dari KPPI mengundang untuk hadir di Pray For Depok.
Bp Anthus sempat bergumul untuk datang karena kondisi yang kurang baik, tapi dia katakan kepada hamba Tuhan akan mengusahakan untuk datang.

Hari pertama Pray For Depok Bp Anthus tidak dapat ikut karena kondisi lemas dan harus dituntun untuk berjalan, tapi pada malam nya dia berdoa meminta supaya dapat ikut ke Pray For Depok, kemudian Bp Anthus mendengar suatu suara “hamba ku, kamu sebenarnya sudah sembuh hanya kamu harus perhatikan pola makanmu dan pola hidupmu” mendengar suara itu Bp Anthus merasa senang dan meminta kepada Tuhan, Tuhan memberikan tanda kepadanya.

Keesokan harinya Bp Anthus bertindak, dia mengendarai mobil ke Pray For Depok, tiba disana dia terus memuji dan menyembah Tuhan.
Pada saat tantangan doa kesembuhan, ketika dia akan maju, Tuhan berkata “kamu sakit? Kamu sudah sembuh, dan kalau kamu maju kedepan itu bukan untuk didoakan tapi mendoakan orang sakit”.
Disitu Bp Anthus merasakan mujizat, dia merasakan secara fisik dia sudah sembuh, tidak merasakan sesuatu yang mengganjal.
Bp Anthus bersaksi setelah di cek gula darahnya 140, Tuhan Yesus menyembuhkannya.
Dia merasakan kesembuhan dan sudah beraktivitas dengan normal.
Terpujilah Tuhan yang sudah menyembuhkan.