Saya mengidap penyakit maag kronis sejak dari kelas satu SMA. Ini terjadi 3 tahun yang lalu. Di kala penyakit itu kambuh, terkadang membuat saya pingsan. Pernah sewaktu saya mengikut upacara bendera di sekolah, di pertengahan upacara bendera tersebut, saya merasa perut saya itu berat dan sakit. Setiap maag saya kambuh, saya tidak bisa melakukan apa-apabisa , saya tidak berjalan, bahkan dudukpun tidak bisa. Saya juga harus tidur menyamping karena kalau terlentang itu rasa sakitnya luar biasa dan saya tidak bisa menahannya. Jadi saya harus tidur menyamping supaya sakitnya mereda sedikit. Banyak orang berpikir kalau penyakit maag itu penyakit biasa. Tetapi bagi saya penyakit maag itu penyakit yang tak tertahankan rasa sakitnya. Setiap kali itu kambuh, saya akan langsung mencari makanan apapun karena saya takut semakin parah sakitnya.

Orang tua saya memutuskan untuk membawa saya ke Rumah Sakit Umum. Dokter mengatakan kalau penyakit maag saya itu sudah parah. Dinding lambung saya sudah menipis. Dan setiap kali saya terlambat makan maka pasti akan kambuh maagnya, dan ketika saya belajar di kelas, kalau kambuh saya akan pingsan.

Ketika hari Minggu, saya pergi ke gereja, di pintunya ada kakak gereja yang memberi saya brosur kemudian saya membaca brosurnya, tertulis ada acara “Pray for Batam” di HKBP Aek Nauli Bida Ayu, Batam. Saya datang ke sana dan saya mengikuti ibadahnya. Waktu acaranya berjalan Hamba Tuhan menyuruh orang yang sakit untuk maju ke depan dan saya pun ikut maju. Pada saat berdoa, saya selalu mengatakan dalam doa saya agar Tuhan sembuhkan saya. “Tolong Tuhan saya percaya bahwa Engkau akan menyembuhkan saya”, itulah doa yang saya ucapkan dalam doa saya pada waktu itu.

Puji Tuhan! Mujizat kesembuhan terjadi. Sakit maag kronis saya disembuhkan Tuhan. Saya mengucap syukur kepada Yesus Kristus karena atas karuniaNya, atas mujizat yang diberikan kepada saya, sehingga saya bisa sembuh. Saya rindu untuk melayani Tuhan. Saya ingin sekali bisa melayani Tuhan.